Grab Pacitan Siap Bersinergi Semarakan Ekonomi Masyarakat

Pacitan, BeritaTKP.Com – Kurang lebih sejak sebulan terakhir, masyarakat Pacitan menyaksikan driver berseragam ijo-ijo mirip warna kebanggaan Bonek mondar mandir di jalanan Pacitan. Dengan personel mendekati angka 50 driver, pemandangan itu menjadi nuansa baru di kota 1001 Goa.

“Sekarang Pacitan sudah seperti kota ya pak,” kata Ayu (53) warga Arjosari yang pernah memakai jasa Grabike dari Lapangan Manggala Sakti Baleharjo menuju sebelah Lesehan Bukit Indah, sedeng dengan tarif 9 ribu rupiah. 

Admin Grab Pacitan, Adlys menjelaskan, “Grab masuk Pacitan antara lain bertujuan menyemarakkan ekonomi masyarakat Pacitan dengan cara membantu kelancaran transportasi. Ojek online punya karakter berbeda dengan ojek dan transportasi konvensional. Kita harus saling melengkapi, sebab teknologi tidak mungkin dihindari”.
Statemen Adlys itu sekalian untuk mengantisipasi potensi persinggungan dengan ojek pengkolan.  Beberapa driver memang sempat mengambil penumpang dari sekitar terminal sehingga membuat driver ojek trafisional merasa terusik.
“Akhirnya kita himbau pada teman-teman untuk saling menenggang,”  kata Bien,  driver grabcar yang merupakan pemain lama di ojol. “Sebenarnya kita sudah hubungi mereka untuk bergabung ke Grab, tapi belum bersambut. Kita kan cari rezeki halal dan saling menghormati.” imbuhnya.
 
Penggiat LSM AMPuH, Joko Karudy, mempunyai pandangan lain, “Sebenarnya,  benturan antara ojol dan ojek atau transportasi tradisional tidak perlu terjadi jika kesadaran masyarakat di tumbuh kembangkan tentang nilai civil society, yang menjunjung tinggi nilai sportifitas, menjadi yang terbaik dalam segala aspek.
Dengan demikian masyarakat juga yang akan diuntungkan karena bisa menikmati pelayanan dan moda transportasi yang berkualitas serta murah.  Tinggal para pemangku kebijakan saja sekarang yang harus memberikan sedukasi kepada seluruh elemen masyarakat untuk saling hidup berdampingan, harmony dan berkualitas. @HeriB
print
(Visited 64 times, 1 visits today)
Baca Juga :  Karantina Surabaya Suntik Mati Dan Bakar 19 Burung Asal China

Shortlink: