BMKG Jelaskan Penyebab Hujan Es di Yogyakarta

zhujan-esYogyakarta, BeritaTKP.Com – Sempat viral di media sosial terkait fenomena alam langka ini Fenomena hujan es yang terjadi di Yogyakarta pada Kamis 5 januari 2017 sehingga membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara.

Karena sangat jarang terjadi di wilayah yang beriklim tropis seperti di Indonesia, maka fenomena alam langka ini sempat membuat warga heboh “Di puncak awan CB terdapat kristal-kristal es. Kristal es itu bisa jatuh bersama hujan yang disertai petir dan angin kencang,” ujar Koordinator Pos Klimatologi dan Geofisika BMKG Yogyakarta  Joko Budiono.

Hujan es yang terjadi di Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta , BMKG Yogyakarta menyatakan bahwa hujan es pada Kamis sore itu disebabkan munculnya awan Cumulonimbus (CB) yang disertai angin kencang.

 “Hasil pantauan radar cuaca tadi siang ada kemunculan awan CB dengan suhu sangat dingin mencapai di bawah 0 derajat celcius,” ujar Koordinator Pos Klimatologi dan Geofisika BMKG Yogyakarta Joko Budiono.

Krisnadi Setiyawan Koordinator Operasi Pemantauan Potensi Bencana Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY menyebutkan berdasarkan laporan tim di lapangan pada Kamis sore telah terjadi hujan berupa gumpalan es di Jalan Jatimulyo RT 43 RW 23 Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya Daerah Dengan Menggeelar Festival Pertura

Menurut BMKG Yogyakarta, hujan es itu masih dikategorikan sebagai fenomena normal dan masih mungkin terjadi mengingat wilayah Yogyakarta akan segera memasuki puncak musim penghujan dan hujan es bisa saja terjadi jika adanya awan yang cukup tebal dengan suhu dingin di bawah 0 derajat celcius.

Berdasarkan pantauan Pos Klimatologi BMKG terhadap kondisi atmosfer di DI Yogyakarta, kelembaban udara cukup tinggi di bagian atas atmosfer mencapai 80-90% dengan curah hujan rata-rata mencapai 50-100 milimeter per dasarian.

Selain hujan es, selama tiga hari ke depan Provinsi DI Yogyakarta masih berpotensi hujan berkapasitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dengan kecepatan 30-40 kilometer per jam yang kemungkinan bisa menyebabkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga jalan licin.   @gatot

print
(Visited 16 times, 1 visits today)

Shortlink: