Dianggap Melecehkan Ideologi Bangsa , Indonesia Memutuskan Kerjasama Dan Latihan Militer Dengan Australia

zjenderalJakarta, BeritaTKP.Com  – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan tegas menghentikan kerja sama militer antara Indonesia dengan Australia. Menurutnya, ada hal tidak etis dilakukan pihak Australia sehingga harus diambil langkah tersebut.

Masalah ini bermula saat TNI mengirim prajurit terbaiknya untuk mengajar salah seorang instruktur Bahasa Indonesia yang merupakan anggota Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) atas nama Irawan Maulana Ibrahim merasa ada unsur materi pelajaran menghina Indonesia, terutama materi tentang Pancasila.

“Pada saat mengajar di sana, ditemukan hal tidak etis sebagai negara sahabat yang mendiskresikan TNI dan bangsa Indonesia, bahkan ideologi bangsa Indonesia,” kata Gatot.

“Dari pernyataan Mark tersebut, beliau menyatakan akan menghentikan kurikulum itu. Dan akan melaksanakan tim investigasi,” katanya seperti dilansir vivanews.

Gatot mengatakan, belum dibentuknya tim investigasi karena masih menunggu itikad baik dari militer Australia terkait insiden tersebut. Menurut Gatot, buntut pelecehan itu, TNI menarik pulang sang letnan, termasuk seluruh personel TNI yang tengah melakukan kerjasama militer di Australia.

Sementara itu Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengklaim telah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengenai penghentian kerja sama pelatihan dan pertukaran perwira antara TNI dengan Australian Defense Force (ADF).

Baca Juga :  Komisi A DPRD Jatim Rekomendasikan 7 Nama Calon KPID

Dan menurut Gatot, dugaan penghinaan lambang Pancasila itu juga bakal menjadi evaluasi Indonesia melakukan kerjasama dengan Australia di bidang pertahanan lainnya. Diketahui Pancasila diplesetkan menjadi Pancagila dan masuk dalam kurikulum.

“Pendidikan ini diberhentikan dulu, kita evaluasi lagi. Semuanya kita evaluasi lagi. Tapi yang dihentikan langsung yang berhubungan dengan itu. Saya sudah lapor presiden, presiden itu atasan saya, pimpinan saya. Pasti yang saya lakukan pasti dilaporkan,” jelas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Mereka sudah memastikan materi yang menghina Pancasila di Perth itu tidak menggambarkan seluruh pandangan militer Australia terhadap Indonesia, seperti dilansir ABC News , peristiwa itu menurutnya hanya insidental saja.

Panglima militer Australia Letnan Jenderal Angus Campbell juga sudah menulis kepada Jenderal Gatot pada 24 November lalu. Dalam suratnya dia mengatakan Australia tidak mendukung materi yang menghina Pancasila itu.

“Akhirnya beliau mengirim surat kepada saya, menyampaikan permohonan maaf. Kedua akan memperbaiki kurikulum,” ungkapnya lagi.     @tom

print
(Visited 20 times, 1 visits today)

Shortlink: