Sakit Hepatitis Dan Jantung, Hakim Bantarkan Terdakwa Penipuan 20 Miliyar

Surabaya, BeritaTKP.Com – Terdakwa kasus penipuan sebesar Rp 20 miliar ini belum menjalani sidang meski perkaranya sudah masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, hal ini dilakuakan karena majelis hakim telah membanrtan Setyo Hartono selaku terdakwa kasus penipuan sebesar Rp 20 miliar ke Rumah Sakit Graha Amerta.

Setyo Hartono yang saat ini berstatus sebagai tahanan sejak kasus ini ditangani kepolisian, status sebagai Status tahanan tetap disandang Setyo saat kasusnya bergulir ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endang Rahmawati tetap menahan Setyo usai berkas perkaranya dinyatakan sempurna atau P21.

Beberapa hari usai berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya, Setyo langsung dibantarkan ke Rumah Sakit Graha Amerta Surabaya Mangapul Girsang memutuskan untuk membantarkan Setyo sebelum kasusnya diadili dengan alasan sakit yang dideritanya.

Hakim Mangapul mengungkapkan, keputusan pembantaran terpaksa dikeluarkan lantaran pihak Rutan Klas 1 Surabaya (Rutan Medaeng) sudah terlebih dulu membawa Setyo ke RS Graha Amerta, Mangapul Girsang juga memaparkan Berkas perkara dilimpahkan ke PN Surabaya pada 11 Januari 2017.

Dan bersamaan dengan hal itu ternyata pihak Rutan Medaeng sudah membawa Setyo ke RS Graha Amerta dengan alasan sakit hepatitis dan jantung, “tapi kami baru mengetahui bahwa Setyo sudah dibawa lebih dulu ke RS Graha Amerta oleh Rutan Medaeng dari surat yang diajukan jaksa penuntut umum pada saat sidang perdana tanggal 23 Januari 2017,”

Baca Juga :  Jambret Gembong Di Sikat Polisi Setelah Jual Hp Di Situs Online

“Saat sidang perdana digelar jaksa Endang ternyata tidak bisa menghadirkan terdakwa Setyo di persidangan. Setelah itu, jaksa Endang tiba-tiba menyodorkan surat resmi dari Rutan Medaeng yang menyatakan bawa Setyo telah dibawa ke RS Graha Amerta. Jadi terdakwa telah dibawa ke RS Graha Amerta oleh pihak Rutan Medaeng sebelum sidang perdana digelar,” imbuh Mangapul Girsang.

Atas dasar itulah, hakim Mangapul akhirnya mengeluarkan surat pembantaran untuk Setyo ke RS Graha Amerta. Surat pembantaran terpaksa dikeluarkan juga lantaran Setyo telah lebih dulu di bawa ke RS Graha Amerta.

Dalam dakwaan terungkap, Setyo berurusan dengan hukum setelah dilaporkan oleh Albert Simamora selaku kuasa Harto Khusumo, Direktur Utama PT TEMAS. Setyo dilaporkan atas tuduhan penipuan dan penggelapan uang pengoperan hak sewa lahan milik TNI AL sebesar Rp 10 miliar.

Aksi tipu-tipu Setyo berawal saat terjadinya kesepakatan antara Harto dan Yap Lincohn Salim, Direktur PT. Senopati Samudra Perkasa terkait pengoperan sewa lahan TNI AL di jalan Kalianak Pesapen, Surabaya. Dengan dibantu Setyo, Yap Linchon akhirnya berhasil mengoperkan hak sewa lahan itu kepada Harto dengan kompensasi pembayaran sebesar Rp 10 miliar Singkat cerita, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.06/2007 yang dikeluarkan pada tanggal 04 September 2007, maka lahan tersebut ditarik akan digunakan untuk mendukung tupoksi TNI AL.

Baca Juga :  Ngaku Orang Pintar Yang Mampu Sedot Harta Gaib, Warga Waru Diamankan Polisi

Lantaran tidak bisa lagi menggunakan lahan tersebut sesuai perjanjian, maka Harto meminta pengembalian uang yang telah diberikannya, namun Setyo justru tidak mau mengembalikannya karena uang tersebut telah dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Akibat perbuatannya, Setyo dijerat dengan pasal 374 dan 378 KUHP.  @wahyu

print
(Visited 52 times, 1 visits today)

Shortlink: