Dugaan Korupsi Rp 21 M Program Pengembangan Tebu Kepada Kepala DLH Sampang

Sampang, BeritaTKP.Com – Singgih Bektiono selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat dalam kasus dugaan korupsi pengembangan tebu tahun anggaran 2013 sangat besar sekali, hal itu diungkapakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, yang menyatakan keterlibatan tersangka atas nama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tersebut.

“Semua gerak-gerik terdakwa kasus korupsi tebu yang saat ini sudah dijebloskan ke dalam penjara sebenarnya sudah diketahui oleh tersangka Singgih Bektiono, gerak-gerik yang dimaksud yaitu meski terdakwa lainnya tidak mempunyai calon petani maupun lahan untuk penanaman tebu, tersangka ini tetap menandatanganinya” ujar Yudie Arieanto Tri Santosa, Kasi Pidana Khusus (pidsus) Kejari Sampang.

Singgih Bektiono yang saat itu menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sampang, sekaligus sebagai leading sektor bantuan pengembangan tebu yang berkewajiban melakukan survey kejelasan calon petani maupun melakukan pengukuran lahan (CPCL) untuk pengembangan tebu di Sampang.

“Dinas itu berkewajiban menyediakan CPCL, tapi oleh tersangka tidak dilakukan. Dia hanya mengumpulkan KTP orang yang dianggap mempunyai lahan 5 hektar atau 10 hektar,” jelas Yudie Arieanto Tri Santosa.

Seharusnya dalam menjalankan program pengembangan tebu itu, ada beberapa utusan yakni baik dari provinsi maupun Dinas terkait yakni Kabid Bina kelembagaan Dishutbun, Syaikhul Anwar untuk melakukan CPCL, termasuk adanya tim teknis yang diketuai oleh tersangka sendiri, sedangkan  Singgih yang menandatangani surat CPCL, sehingga semuanya jalan meski fiktif.

Baca Juga :  Pejabat Yang Punya Gaya Hidup Hedonis Akan Di Mutasi

Dan Yudie Arieanto Tri Santosa selaku Kasi Pidana Khusus (pidsus) Kejari Sampang menjelaskan bahwa tidak ada pihak ketiga ataupun pihak lainnya yang terlibat sebab, bantuan itu diperuntukan untuk poktan melalui Dishutbun. Sedangkan Koperasi yang bermain hanya sebatas yang diprakarsai oleh Edy Junaidi, Gada Rahmatullah dan Abd Azis. Dengan total kerugian sebesar Rp 21 miliar.

Dan sempat Singgih Bektiono kepala DLH Sampang, beberapa hari yang lalu  diperiksa selama lima jam oleh pihak Kejaksaan setempat dan setelah itu, tersangka dititipkan ke Rutan untuk dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan sedangkan Kasi Pidana Khusus (pidsus) Kejari Sampang menambahkan tentang kerugian ia menjelaskan bahwa kerugiannya tersebut dari garapan fiktif si Edy, Gada dan Abd Azis dengan total kerugian sebesar Rp 21 miliar, sisanya sebesar Rp 6 miliar, itu realisasi tebu yang sudah ditanam. @sunar

print
(Visited 39 times, 1 visits today)

Shortlink: