Lawan Gempuran Toko Modern, Risma Sosialisasikan Pemberdayaan Dan Pengelolaan Toko Kelontong

Surabaya, BeritaTKP.Com – Di tengah tengah era moderen ini semakin banyak bermunculan pasar pasar modern, bahkan mini market mulain menyerang di dekat pemukiman penduduk, dan supermarket semakin banyak hadir di kota kota besar, hingga akhirnya hal tersebut mengakibatkan matinya pasar tradisional di kota kota besar khususnya di surabaya.

Kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong para pedagang pasar tradisional dan pemilik toko kelontong lebih berdaya di tengah perkembangan pasar modern / minimarket yang menjamur di kota kota besar khususnya di surabaya.

Hal tersebut juga membuat Wali Kota Tri Rismaharini membuka ‘Sosialisasi Pemberdayaan dan Pengelolaan Toko Kelontong Berbasis Koperasi’ di Graha Sawunggaling pada Jum’at 31/3/2017, dalam hal tersebut walikota surabaya yang kerap di sapa dengan Bu Risma mengujarkan bahwa para pemilik toko kelontong diminta bersatu di bawah naungan koperasi.

Selain itu ia juga banya menjelaskan di depan para pedagang yang turut hadir, dalam penjelasanya di depan para pedagang ia cukup banyak mengeluarkan stagement, ia memotivasi para pedagang untuk bersama sama mengembangkan usaha nya, mengibaratkan sapu lidi yang lemah bila hanya sendirian, tetapi bisa kuat bila bergabung bersama dalam menghadapi persaingan usaha dengan toko modern (minimarket) yang tentu saja memiliki modal lebih besar dibanding toko kelontong.

“Melalui pertemuan ini, saya ingin menyiapkan panjenengan semua agar memiliki kekuatan yang sama seperti mereka. Salah satunya cara nya dengan bergabung di koperasi. Dengan bergabung di koperasi, panjenengan akan merasakan banyak keuntungan,” ujarnya.

Baca Juga :  OTT 'Setoran Triwulan' DPRD Jatim, KPK Tangkap Enam Pejabat Pemprov Jatim

Bu Risma mengujarkan bahwa Pemkot Surabaya selama ini sudah menerapkan aturan untuk pengaturan posisi toko modern (minimarket) demi untuk memberikan peluang bagi toko kelontong untuk tetap berkembang dan menurutnya , selama ini ada beberapa hal yang membuat pemilik toko kelontong tidak mampu bersaing dengan minimarket. Diantaranya karena faktor penataan toko dan pelayanan dari pemilik toko.

Dalam hal tersebut Wali Kota perempuan pertama di Pemkot Surabaya ini mencontohkan tidak sedikit pemilik toko kelontong yang kurang ramah, bahkan judes ketika melayani pembeli, “Yang terpenting itu pelayanan. Katanya pembeli itu raja, tetapi pelayanan nya kurang bagus, tidak ramah. Penempatannya juga nggak bagus. Orang mau beli tapi jalan lewatnya ditutupi galon atau epiji. Itu alasannya kalah bersaing. Harus bisa diubah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Eko Haryanto selaku Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mengukapkan bahwa Pemkot telah memiliki mantri ekonomi yang salah satunya bertugas untuk memberikan pelatihan kepada pemilik toko kelontong agar usahanya bisa lebih berkembang. Hingga kini, kurang lebih ada 70 an mantri ekonomi yang tersebar di 31 kecamatan di Surabaya, pihaknya juga akan fokus untuk membenahi beberapa hal yang selama ini menjadi permasalahan bagi pemilik toko kelontong. Diantaranya produk yang dijual monoton dan teknik penataan barang yang terkadang semrawut.

“Mantri ekonomi ini yang akan melakukan pelatihan untuk mencapai kondisi yang diinginkan Semisal bagaimana meningkatkan keanekaragaman produk, menata barang di toko, juga cara melayani penjual. Hasilnya akan dilaporkan ke kami,” kata Eko.

Baca Juga :  Pelajar Pemilik Tabungan Rp. 42 Juta Yang Tak Diakui Pihak Sekolah, Meninggal Dunia

Terkait perlunya koperas bagi pemilik toko kelontong, Eko menyebut Dinas Koperasi dan Usaha Mikro sudah melakukan pendataan. Dari 31 kecamatan, ada beberapa kecamatan yang akan menjadi percontohan. Diantaranya Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Tambasari, Kecamatan Sawahan.

Para pedagang tradisional yang bekesempatan hadir dalam sosialisasi tersebut juga mengharapkan apa yang di sosialisasiakan oleh wali kota surabaya supaya tercapai, para pedagang juga mengharapkan para pemerintah memperhatikan pedagang pedagang tradisional dan pedagang kelontong supaya tetap bisa bersaing dengan pasar pasar modern. @red

print
(Visited 35 times, 1 visits today)

Shortlink: