Membongkar kebobrokan pungli Rutan Medaeng

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Rutan kelas 1 Surabaya, Medaeng masih saja berlaku pungli dalam keseharian kegiatan yang telah terjadi pada warga binaan di Rutan Medaeng, mulai tahap masuk setelah pelimpahan dari kejaksaan di tampung di sel karantina yang di huni sekitar 22 orang dan menunggu antrian antara 1 bulan hinggah 1.5 bulan apabila tidak ada biaya namun bagi yang Napi yang berduit di sel karantina hanya 2 hari saja bisa di pindah di blok antara Rp 350 ribu – Rp 500 ribu, juga memesan sel di Blok mana saja sesuai dengan harga yang di sepakati .

Bimker adalah Bimbingan Kerja bagi Napi yag mempunyai skill dan keprofesian untuk di berdayakan membantu Petugas dalam kegiatan dalam Rutan untuk mengurusi semua Blok dan sesuai dengan kemampuan di bidangnya masing – masing, misalnya seorang Napi yang berprofesi sebagai Dokter maka di perbantukan di klinik dan Tamping untuk Kantor juga untuk kantin dan Tamping untuk kunjungan tentunya dengan pendekatan ke Petugas karena semua Tamping juga mendapatkan penghasilan .

Laporan Administrasi kantor Rutan khusus Tamping komputer ada  dua laporan per Bulan dan Tri wulan anggaran kebutuhan konsumsi untuk semua penghuni Rutan yang anggarannya perbulan mencapai Rp 800 juta, juga laporan triwulan tinggal hitung Rp 800 juta X 3 bulan berarti Rp 1,6 milliar angka yang fantastis, apakah itu benar – benar sesuai di pergunakan dengan benar .

Untuk Napi yang sudah di Vonis dalam Sidang supaya tidak di layar juga ada upaya pungli Napi di panggil petugas untuk menghadap ke register, sesuai prosedur SOP Seorang Napi apabila sudah mendapat Vonis dalam waktu kurang dari satu Bulan harus di layar di Lapas. Apabila seorang Napi menginginkan supaya tidak di layar ke Lapas maka upaya Ngedek istilah di Rutan harus membayar sekian juta melalui registrasi .

Baca Juga :  Proyek Dinas PU Pengairan Kabupaten Pasuruan Amburadul

Seorang Napi sudah menghuni Blok B2 dan ingin Pindah ke Blok lain juga harus membayar ke Oknum petugas Rutan sekian juta, di blok B2 juga ada kegiatan yang berujung Pungli dan melegalkan kegiatan seperti bebas membawa HP dan pintu Kamar di blok tidak di kunci dengan membayar ke Oknum petugas Rp 100 ribu setiap kamar, sel kamar khusus namanya Las Vegas yang berada blok AG hampir setiap petugas yang meminta uang antara Rp 50 ribu – Rp 100 ribu kompensasinya Napi bisa memakai Narkoba dan HP di setiap blok ada sekitar 15 – 17 kamar .

Di dalam Rutan juga ada warung yang menjual Narkoba, Napi biasa menyebutnya dengan istilah warung, ada sekitar Empat lokasi warung di dalam Rutan, blok AG, blok B 11, blok B2 dan blok F di lorong – lorong juga banyak yang menjual Narkoba entah dari mana barang haram itu bisa masuk ke Rutan padahal baru – baru ini untuk masuk ke Rutan untuk membesuk saja harus melewati mesin X- ray.

Banyak sekali celah untuk pungli di Rutan medaeng mulai kepengurusan Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas , dan Cuti Mengunjungi Keluarga untuk kepengurusan PB saja kalau Napi laki – laki Rp 1 juta – Rp 3 juta  perempuan bisa Rp 3 juta – Rp 5 juta lebih mahal dari Napi laki – laki  itu pun kepengurusannya lewat Petugas juga bisa lewat Tamping .

Seorang Napi bermasalah karena perkelahian atau karena utang piutang di mediasi oleh petugas di KPR dengan denda kisaran jutaan Rupiah untuk damai supaya lolos dari sel tikus yang ukurannya 2 x 2 meter yang di huni sekitar 7 – 8 Napi , dengan kamar mandi dan juga wc di dalam ruangan yang sempit itu tidak bisa di bayangkan bisa tidur sambil berdiri, bisa di jenguk keluarga dengan waktu hanya 15 menit saja apabila ingin keluar dari sel tikus juga harus bayar denda kisaran jutaan Rupiah .Perputaran pungli di Rutan Medaeng di kendalikan beberapa Oknum Sipir , setiap blok kegiatan Pungli yang mengarah pada Napi baik transaksi tranfer rekening dari keluarga Napi ke rekening pemilik kantin yang ada di dalam blok,

Baca Juga :  Kejam, Bibi Rampas dam Menguasai Hak Ponakan Sendiri

KPR Kepala Pemasyarakatan Rutan Ardian Nova ketika dikonfirmasi Wartawan BeritaTKP melalui HP selulernya terkait Pungli di Rutan Medaeng yang di lakukan oleh anak buahnya telah membantah  ,’’ wah mas, tidak benar itu kita juga mau bersih – bersih tolong kalau ada temuan datanya laporkan ke saya, biar saya yang menindak ,’’ kilah Nova .

Oknum sipir Rutan Medaeng yang terlibat jual beli rekening adalah Iqbal, Imron, Ridwan mereka tidak hanya melakukan jual beli rekening saja tapi juga menyediakan dan menjual HP untuk Napi, namun Napi yang bermasah dengan mereka maka HP akan di sita .

Jelas – jelas kenyataan ini kontra sekali dengan program Kemenkum HAM Bapak Yasona Laoli bahwa Rutan dan Lapas kawasan steril bebas dari Pungli . dan banyak pula tulisan di sudut Rutan baik di luar Loby maupun di tempat kunjungan tertulis ‘’Bebas Pungli’’ tapi semua itu hanya simbol kebohongan belaka,tapi pada kenyataan nya Pungli yang ada di dalam rutan medaeng masih menjamur   .@ Nur Alim

print
(Visited 203 times, 1 visits today)

Shortlink: