Jual Kosmetik Kadaluarsa Via Online, Warga Sidomojo Di Bekuk Polisi

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – SY (33), warga desa Sidomojo Kecamatan Krian Sidoarjo dibekuk Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo, setelah ia terbukti menjual produk kecantikan dan kebutuhan rumah tangga yang sudah tidak layak digunakan karena masa kedaluarsanya telah melampaui batas.

Barang barang ya ia jual antara lain kosmetik, sabun cuci piring dan pasta gigi, adapun beberapa merk yang ia jual di akun facebooknya tersebut yakni Pond’s, Olay, Silkygirl, serta kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi merk Sensodyne, sampo merk Syoss, Rejoice, Pantene dan masker rambut merk VS.

Kombespol Muh Anwar Nasir selaku Kapolresta Sidoarjo, mengungkapkan bahwa petuga mendapatkan laporan dari warga yang mengeluh setelah menggunakan barang tersebut merasa gatal dan saat petugas melakukan pengembangan dan terbukti tersengka ini mengubah tanggal barang yang sudah kedaluarsa dengan tanggal baru.

Ia juga menambahkan bahwa modus yang digunakan pelaku, yakni tanggal kedaluarsa yang ada pada produk tersebut dihilangkan dengan cara digosok dengan minyak tiner dan apabila tanggal kedaluarsanya tersebut timbul maka pelaku menempelinya dengan stiker yang bertuliskan ‘New’ sehingga barang tersebut terlihat baru dan tidak terlihat tanggal kadaluarsanya.

Baca Juga :  Imingi 40 Ribu Kakek Setubuhi Gadis 12 Tahun

Setelah diamankan petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan berdasarkan pemeriksaan,tersangka mendapatkan barang tersebut dari dua orang asal Bekasi yang saat ini statusnya menjadi daftar pencarian orang (DPO) dengan harga 50 persen dari harga normal.

Dalam kasus ini pelaku menjual barang barang kadaluarsa tersebut di media sosial facebook bernama ‘Ratu Shop Krian’ bahkan dalam hal tersebut pelaku mengaku bahwa dalam satu bulannya mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 3 juta.

Untuk target pemasaran pelaku yakni di beberapa kota seperti, Malang, Pasuruan, Jember, Surabaya, Sumenep, Tangerang, Wonosobo, Lamongan, Gresik, Nganjuk, Semarang, Mojokerto, Gresik, Blitar, Bogor dan lainnya.

Kini untuk mepertanggung jawabkan perbuatanya pelaku di jerat dengan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf g dan j ayat 2 UU nomer 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman lima tahun penjara. @lupi

print
(Visited 51 times, 1 visits today)

Shortlink: