Polrestabes Surabaya Jaring Bandar Sabu 17,5Kg

Surabaya, BeritaTKP.Com – Polisi saat ini benar benar menggencar pengedaran narkotika, khususnya di surabaya dan saat ini polisi berhasil menangkap dua tersangka diamankan dari kasus narkoba, dengan barang bukti besar yakni 17,5 kg sabu yang dikemas dalam 34 paket, 11.730 butir pil ekstasi, 1.220 butir pil happy five, 1 buah alat press, 2 buah timbangan elektrik dan 3 bendel plastik klip.

Dua tersangka adalah Dharma Sulaiman (25), warga Belitung Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Jayus Yudas (23), warga Jatihandap, Mandalajati, Bandung mereka berdua di tangkap secara terpisah yang tertangkap pertama adalah Dharma. Pria yang bekerja sebagai broker kapal itu diamankan di Jalan Raya Rungkut Asri Surabaya. Dari Dharma, keluarlah nama Jayus yang segera dapat diamankan. Jayus sendiri diamankan di kamar nomor 511 Hotel Efora di Jalan Menur. Namun, barang bukti yang banyak itu ditemukan di Perum Purimas Cluster Legian Paradise H, rumah kontrakan yang selama ini ditempatinya.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyempatkan diri datang ke Polrestabes Surabaya, Risma ingin mengetahui pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti besar yang dilakukan Sat Reskoba Polrestabes Surabaya, kedua tersangka yang dihadirkan diajak ngobrol oleh Risma dalam percakapnya bersama tersangka Sesekali Risma menunjukkan sesuatu yang ada di dalam ponselnya.

Ternyata Risma menunjukkan kepada tersangka bahwa perbuatannya telah membawa banyak korban. Yang ada di ponsel Risma adalah anak-anak hasil korban narkoba “Ada 2 anak. Satunya gila. Satunya lagi putus sekolah,” ujar Risma dihadapan awak media Risma mengatakan, anak-anak itu bukan pengguna narkoba. Tetapi mereka merasakan dampak dari narkoba. Anak pertama yang gila, kata Risma, karena bapaknya yang seorang tukang becak dipenjara karena kasus narkoba. Si anak menjadi gila karena kebingungan Ibunya juga tak bisa merawatnya.

Baca Juga :  Perjudian Cap Jiki Terminal Sidoarjo, Polsek Larangan Tutup Mata

“Saya minta ke mereka (tersangka) siapa saja teman-temannya agar jaringannya tertangkap semua. Berapa orang lagi yang akan jadi korbannya. Narkoba itu korban ikutannya bisa sampai 5 orang,” lanjut Risma. Selama ini, ada anggapan bahwa narkoba, khususnya sabu, bisa menjadi doping untuk para pekerja yang membutuhkan tenaga lebih atau bekerja hingga larut malam. Padahal anggapan itu salah. Bukannya membuat badan kuat, badan justru akan rusak karena efek narkoba. “Narkoba ini kan nyasarnya ke pekerja-pekerja berat semisal sopir, satpam, tukang becak. Kami akan melakukan sosialisasi ke mereka bahwa tidak benar narkoba membuat badan menjadi lebih kuat,” tandas Risma.

Dalam hal ini juga Risma juga menjawab bagaimana langkah pemkot untuk mengurangi peredaran narkoba yang ada di surabaya, Risma menuturkan dirinya akan mengajak warga surabaya khusunya mereka yang tinggal di perumahan dan apartemen untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian dengan membentuk pengurus perumahan seperti yang sudah dilakukan di kampung-kampung. “Diharapkan warga segera melapor kepada pihak polisi agar peredaran narkoba di surabaya perlahan-lahan bisa diberantas,” terang Risma.

Baca Juga :  Polres Pasuruan Sikat Pengecer Togel

Risma juga menambahkan sasaran narkoba kini sudah beralih. Artinya, incaran para pengedar narkoba bukan lagi anak-anak melainkan pekerja kasar seperti, satpam dan tukang becak. “Untuk menanggulanginya pemkot tengah mendata kondisi mereka dengan cara merehabilitasi mereka, memberikan sosialisasi, dan mempermudah pengurusan BPJS,” ungkap Mantan Kepala Bappeko tersebut

Risma berharap dengan adanya upaya dari pemkot para pekerja berat tersebut bisa sadar bahwa narkoba bukanlah obat yang bisa membuat kondisi tubuh semakin kuat, justru akan menghancurkan kehidupan mereka secara perlahan-lahan.  @kangsul

print
(Visited 29 times, 1 visits today)

Shortlink: