Bata Kuno Kumitir Diduga Pagar Era Majapahit

Mojokerto, BeritaTKP.Com – Penemuan batu bata kuno di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo. BPCB menduga, bahwa batu kuno tersebut adalah pagar di era Kerajaan Majapahit. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan, Kabupaten Mojokerto akan  melakukan kegiatan pembersian di lokasi penemuan batu bata kuno yang rusak.

Kasub unit Penyelamatan BPCB Jatim, Achmas Hariri mengatakan, mengujarkan bahwa pihaknya hanya sebatas membersihkan sisa batu bata yang di informasikan di bongkar dan hanya sebatas melakukan pembersian untuk melengkapi data termasuk data pelengkap untuk proses di kepolisian, bukan eksvaksi.

Dari pembersihkan yang diketahui ada dua dari satu struktur yang terpisah bangunan tersebut merupakan sebuah susunan struktur yang menjadi dua karena adanya proses pengangkutan sebelumya. Menurutnya, penemuan belum teridentivikasi sebagai sebuah bangunan  tapi sudah struktur.

Untuk disimpulkan sebagai sebuah candi belum bisa karena data tidak memenuhi atau data belum lengkap. Tapi, katanya, bangunan tersebut bisa juga pagar karena awal dari masyarakat terdapat struktur yang berpasangan di timur membujur dari utara ke selatan. Sementara di sebelah utara, sisi barat ada struktur memnujur dari utara ke sealatan dengan bentuk yang sama.

Di UU, struktur adalah suatu obyek binaan yang dibuat manuasi yang memenuhi kebutuhan ruang   tapi tanpa atap. Identifikasi kita seperti itu tapi untuk periodesasi, kita menggunakan perbandingan   temuan terdekat yakni Candi Tikus dan Canddi Bajang Ratu kemungkinan sama yakni era majapahit.

Baca Juga :  Jajaran Korem 084/BJ, Lanal dan Lanud Shalat Jumat Bersama di Masjid Polrestabes

Luas area, kitaa sudah survei radius 250 masih menemukan struktur. Bisa dilihat di utara  sisi timur laut ditemukan adanya struktur yang utuh tapi lebih kecil. Disana ada dua kotak dan ditemukan umpak,  kalau di sini berbentuk nyaa lurus, tidak di teemukan umpak hanya sebatas pagar atau dinding.

Sementara di bagian atas, sudah teraduk kemungkinan sebelumnya ada proses gali yang kemudian di uruk lagi  sehingga terlihat lapisan nya yang tidak utuh. Selain batu bata kuno, juga banyak ditemukan batu candi ataau batu gilang, diantar bata-bata tersebut . ini seperti Candi Bajang Ratu, yang bagian  sering terinjak ada batu.

“kegunaan kekuatan tertentu menggunakan batu, ada kombinasi antara batu bata dan batu. Kalau menjelaskan seberapa parah, kita tidak bisa menyebut prrosentasi  karena kita belum mellakukan survei secaraa keseluruhan tapi untuk di laahan ini, memang habiss. Di areaa linggan juga sebagai besar terangkat,”jelasnya.

Hariri menegaskan, jika yang dilakukan BPCB Jatim saat  ini hanya melakukan pembersihan saja sisa struktur batu bata kuno yang ditemukan. Menurutnya, pembersgih tersebut dilakukan untuk menyusun  laporan lebih lanjut dan di rekomendasikan sehingga area di sekitar peenemuan tersebut perlu dikaji lebih lanjut. @Baharudin

print
(Visited 40 times, 1 visits today)

Shortlink: