Presiden Beri Penghargaan Atas Perkembangan Pertanian Banyuwangi

Banyuwangi, BeritaTKP.Com  – Sektor pertanian di Banyuwangi, merupakan salah satu sektor terpenting dalam perekonomian masyarakat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2015 menyebutkan, sektor pertanian menyumbang 36 persen PDRB Banyuwangi atau setara Rp 21,9 triliun.

Berbagai upaya dilakukan Banyuwangi untuk terus mengembangkan sektor pertanian, sehingga produktivitas padi Banyuwangi selalu terjaga di atas rata-rata nasional dan Rata-rata produksi 6 tahun terakhir mencapai 795 ribu ton gabah, tak berhenti di situ, Banyuwangi juga mengembangkan kluster organik yang ditargetkan bisa mencapai 200 hektare, dengan fokus utama membidik pasar premium dan ekspor.

Hingga akhirnya di tahun 2017 Banyuwangi mendapatkan presetasi dalam mengembangkan sektor pertanian mendapat apresiasi tinggi dari Presiden Joko Widodo dan Sebuah penghargaan Satya Lencana Wirakarya diserahkan oleh Presiden untuk seluruh petani Banyuwangi yang diwakilkan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas menjelaskan Di sektor hortikultura, pengembangan dilakukan pada berbagai komoditas. Seperti buah naga, semangka, manggis, jeruk, cabai, dan durian merah. Kementerian Pertanian juga telah memilih Banyuwangi sebagai salah satu sentra pengembangan jeruk nasional.

Baca Juga :  Keluarga Resah Menanti Kabar Bocah Sampang Yang Hilang

“Para petani juga didorong berinovasi. Salah satunya inovasi mina padi, mina jeruk, dan mina naga untuk menambah penghasilan petani, yaitu dapat panen pertanian sekaligus panen ikan, Kami mengembangkan irigasi hemat air agar produksi cabai berkelanjutan tanpa mengenal musim. Tahun ini Dinas Pertanian memulai tanam 10 juta bibit cabai di polybag dengan melibatkan banyak unsur masyarakat,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Selain teknis pertaniannya diperkuat, Pemkab Banyuwangi menggiatkan pembangunan infrastruktur irigasi. Sejak 2011 telah dibangun dan diperbaiki jaringan irigasi primer 3.718 km, irigasi sekunder 2.204 kilometer, dan tersier 797 kilometer. Jaringan tersebut mengairi sekitar 66.000 hektar sawah. Pada tahun ini juga dibangun 15 embung baru dengan kapasitas tiap embung 2000-5000 meter kubik. @djumaji

print
(Visited 22 times, 1 visits today)

Shortlink: