Pabrik Tepung Berbahan Roti Kadaluwarsa Di Grebek Polisi

Surabaya, BeritaTKP.Com  –  Sebuah gudang yang terletak di Jalan Bulak Banteng Madya XIV/13 di grebek oleh Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, hal ini dikarenakan gudang tersebut telah itu memproduksi produk olahan makanan ilegal atau memproduksi tepung dari roti kedaluwarsa.

Kasus ini berawal saat petugas menda-patkan laporan dari masyarakat yang menginformasikan bahwa ada tepung yang seharusnya untuk pakan ternak, diolah kembali menjadi makanan ringan dan dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga orang saksi.

Mereka adalah Marwiyah (44) adalah istri dari pemilik gudang tersebut, warga Jalan Bulak Banteng Wetan IV; Maysaroh (56), warga Kedung Mangu II; dan Budiono (55) sedangkan pemilik gudang, Said, belum bisa dimintai keterangan karena dia masih berada di Pasuruan.

Menurut informasi lokasi gudang itu berada di gang kecil yang penuh dengan permukiman semi permanen padat penduduk. Bangunan gudang itu sendiri terlihat kumuh. Gudang itu berdinding seng yang tampak seperti gudang barang bekas dan memang di dalam gudang itu tercampur antara barang bekas (rosokan) dengan banyaknya roti kedaluwarsa yang sebagian sudah berjamur dan bahkan membusuk.

Bau yang tercipta begitu menyengat dan sangat tidak sedap, di dalam gudang terdapat sebuah mesin dan mesin inilah yang berfungsi menggiling roti kedaluwarsa dan busuk itu menjadi tepung, di dekat mesin itu terdapat sejumlah karung berisi tepung hasil penggilingan.

Baca Juga :  Tim Saber Pungli Sikat Langsung Kepala Dan Wakil SMKN 8 Jember

Menurut keterangan, selain dipasok dari sebuah pabrik roti di Situbondo, Marwiyah juga membeli roti kedaluwarsa dari seorang agen di Pasuruan dan roti yang datang ke gudang biasanya masih dengan plastiknya, namun kondisi roti sudah tidak layak, Said dan Marwiyah kemudian mengeluarkan roti dari plastiknya kemudian mereka memilah roti itu menjadi dua, yang berjamur dan tak berjamur.

Mereka meletakkannya di wadah yang berbeda. Setelah disortir, kedua jenis roti itu dijemur. Setelah kering, barulah roti itu digiling, juga menjadi dua bagian dan hasil gilingan roti kering tadi menjadi tepung, tepung ini kemudian dijual dengan harga Rp 2.500 per kilo nya.

Budiono selaku pembeli tepung hasil olahan Said dan Marwiyah mengaku bahwa dirinya tak tahu tahu kalau tepung itu dibuat dari roti kedaluwarsa dan dirinya tidak Saya tak kenal dengan pemilik gudang ia hanya sebatas pembeli tepung saja. @lutfi

print
(Visited 22 times, 1 visits today)

Shortlink: