Tak Berizin, Home Industry Garam Non Yodium Digerebek Polisi

Probolinggo, BeritaTKP. Com  – Mendekati ramadan tim Satgas Pangan Polres Probolinggo, gencar melakukan penyelidikan terhadap bahan-bahan yang tak memiliki izin seperti home industry, dan kini Satgas Pangan Polres Probolinggo berhasil membongkar kedok Home industry garam non yodium ilegal tidak ber SNI milik Hanafi (56).

Home industry garam non yodium ilegal tersebut di grebek lantaran proses pencampuran garam yang tak memiliki izin edar tersebut terdiri 20 ton non yodium dicampur 1 kg yodium (Pottasium iodate).

Tersangka mengambil bahan garam mentah dari Pulau Madura, dengan harga Rp 2.000 per kg, setelah dilakukan pencampuran dan dikemas dengan plastik, garam tak ber SNI diedarkan ke pasar-pasar tradisional seharga Rp 3.250 per bungkus plastik, kemudian dijual lagi ke toko-toko seharga Rp 3.700-4.000 per bungkus.

Hanafi mengaku Garam non yodium dikelola dan mampu memproduksi sebanyak 2.000 pack garam siap edar dan per bulannya ia mampu meraup omzet sebesar Rp 7-8 juta, dibantu 13 karyawan, dan hasil penggrebekan tersebut, polisi mengamankan barang bukti 100 sak garam grasak, 180 garam beryodium, 64 bendel plastik, cangkul dang skop, 2 buah alat cetak garam, buku catatan, 1 botol potasium iodate (kalium lodat), serta ember dan gayung.

Baca Juga :  Polres Pasuruan Cegah Peredaran Narkoba Tempat Hiburan Malam

Kasus ini terkuak berdasarkan informasi masyarakat, kami melakukan penyelidikan pada garam non yodium yang tak memiliki izin edar ini dan berdasarkan bukti yang ada petugas langsung melakuakan pengge-rebekan home industry garam non yodium dan kami lakukan penangkapan terhadap tersangka, dan kini tersangka Hanafi dike-nakan pasal 62 Jo pasal ayat 8 huruf a UU RI No 08 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara & denda Rp 2 M. @ridwan

print
(Visited 29 times, 1 visits today)

Shortlink: