PAC PDIP Kecamatan Tambaksari Gelar Hiburan Rakyat dalam Menyambut HUT Surabaya KE – 723

HUT Surabaya

” Kapolsek Tambaksari dalam Pidatonya Memeperingati HUT Surabaya “

Surabaya, BeritaTkp.com – Minggu (23/05/2016) PAC PDIP kecamatan Tambaksari ikut andil dalam merayakan hari jadi kota Surabaya yang ke – 723, dengan menggelar acara hiburan rakyat bersama Nanang Santoso selaku ketua panitia.  Acara yang diselenggarakan di jalan Tambak Segaran Wetan itu terlihat meriah dan ramai, turut serta menampilkan musik campursari.

Perayaan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Tambaksari KomPol Sofwan, anggota DPR fraksi B dari PDIP Baktiono dan seluruh lurah Kecamatan Tambaksari serta warga Tambaksegaran dan sekitarnya. Dalam kesempatan pidatonya, KomPol Sofwan menghimbau masyarakat tentang 3C yaitu curat, curas dan curanmor. Karena menurut beliau Surabaya ini adalah kota padat dan rawan oleh tindakan kriminal. “Saya berpesan kepada bapak dan ibu yang berada disini supaya kasus pencabulan yang marak terjadi saat ini,  tidak sampai terjadi kepada anak-anak kita, dan agar bapak-ibu segera melapor kepada kami kalau ada tindakan yang mencurigakan”, Kata Kapolsek Tambaksari.

KomPol Sofwan juga menerangkan bahwa, masyarakat harus berhati-hati terhadap laten komunis yang akhir – akhir ini menjadi viral dan mulai menunjukkan aktivitas komunis pada publik. “Kalau ada yang pake lambang atau baju palu-arit jangan takut, langsung lapor sama babin saya yaitu Pak Yono, nanti akan segera ditindak lanjuti”, tuturnya.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Surabaya Tindak Tegas Pitrad Bermasalah, Termasuk Pitrad MM

Baktiono yang merupakan anggota DPR kota Surabaya fraksi B dari PDIP juga angkat bicara dalam acara tersebut. Beliau menyampaikan pidatonya tentang bagaimana sejarah surabaya, dari yang semula hutan semak belukar hingga menjadi kota modern, serta para pahlawan dan sosok-sosok penting untuk Surabaya tak lupa beliau ceritakan. Jadi, di usia kota Surabaya yang ke – 723 ini adalah hal yang luar biasa. Perlu diketahui dan juga perlu disampaikan, agar nanti anak-anak kita dan generasi penerus kita ini bisa tahu bagaimana sejarah Suroboyo waktu itu, hingga bisa sampai jaya seperti ini. (DimasR/Mistar)

print
(Visited 10 times, 1 visits today)

Shortlink: