Tumpah Darah Arek – arek Suroboyo di Tukar dengan Rupiah? Ternyata Pemerinta Mati Suri…( I )

rumah bong tomo 2

” Rumah Sejarah Bung Tomo Rata dengan Tanah “

Surabaya, BeritaTkp.com – Rumah bersejarah yang sempat menjadi tempat siaran Bung Tomo saat era revolusi kemerdekaan kini terancam punah dan tinggal kenangan. Bangunan berstatus  Cagar Budaya. Rumah yang terletak di Jalan Mawar 10-12 Surabaya itu sempat menjadi tempat Bung Tomo membakar semangat arek-arek Suroboyo. Na asnya proses pembongkaran tersebut lolos dari perhatian public dan membuat pertanyaan besar, seakan pihak pemeritahan tutup mata dan tidak mengerti apa arti sebuah situs sejarah

Sudah jelas bahwasanya ini pelanggaran Perda nomor 5 tahun 2005, “tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya”. Saat mengintip ke dalam dari celah pagar seng, tidak terlihat bangungan apa pun berdiri di lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi. Beberapa gundukan material bekas pembongkaran seperti batu bata dan kayu tampak dibiarkan teronggok di bagian tengah dan pinggir lahan.

Secara terpisah, wartawan BeritaTkp menginvestigasi serta mengkonfirmasi perihal situs sejarah  tersebut, adapun info yang didapat dari hasil konfirmasi kepada instansi terkait menguatkan bahwa pemilik Rumah Radio Bung Tomo atas nama Bu.Indrani dengan kapasitas SHM ahli waris dari Bapak Amin.

Ironisnya, Bu Indrani Selaku Pemilik dengan SHM berani menjual Rumah Radio Bung Tomo (Cagar Budaya / red) kepada Pihak Investor tanpa Ada rekomendasi kuat terkait SK dan Surat-surat pendukung lainnya. Kegiatan pembangunan-pun masih tetap berjalan usai adanya pembelian pihak investor kepada Bu Indrani, “Saya sebagai Kepala Lurah di Tegal Sari yang sudah tiga tahun tidak pernah mendapat berkas surat ataupun foto copy rekomendasi dari Disparta kota surabaya, dan saya juga tidak pernah mereferensikan situs sejarah tersebut untuk dijual ataupun di pugar oleh pihak investor, perkembangan terkait hal tersebut Bu Indrani masih dalam proses rana hukum pihak polrestabes surabaya, akan tetapi kenapa kegiatan proyek pihak Investor masih tetap jalan”, Ujar Setia Kustanto selaku kepala lurah Tegal Sari, dan Bu Indrani hanya berpedoman kuat dengan adanya SK dari pihak Disparta kota surabaya, imbuhnya.

Baca Juga :  Bentuk Kerja Sama Pemerintah Kota Surabaya Dalam Merealisasikan Program

Padahal sudah jelas, berdasarka SK Walikota Surabaya 1996 No. 188.45/251/400/04/1996. Cagar Budaya meliputi suatu benda yang di dalam peraturan pemerintah yang mana jelas. Bahwa, Cagar Budaya wajib di lindungi oleh segenap warga Negara ( rakyat Indinesia ). Di karenakan menjadi saksi besar sejarah gerakan siaran memberontak pada masa penjajah, di situlah gerakan arek – arek Suroboyo berjuang demi kota Pahlawan tercinta. Kota ternama ini sangat penting untuk di jaga kelestarian situs Cagar Budayanya, di sinilah tanggung jawab Negara, khususnya Kepala Daerah Gubernur, Wali Kota, Bupati serta seluruh perangkat kota khususnya Surabaya sampai tingkat terbawah ( Lurah ). ( Ruly )

print
(Visited 16 times, 1 visits today)

Shortlink: