Setubuhi Pacar Hingga Hamil, Remaja asal Rejoagung Dipolisikan

Jombang,BeritaTKP.Com – Remaja yang berinisial BAD (17), warga Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang terpaksa di tangkap oleh polisi setempat lataran tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatan yang sudah ia lakukan dengan pacarnya yang berinisial BL (17) asal Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang hingga hamil di luar nikah.

Tersangka kini harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Jombang“Tersangka kami tangkap setelah petugas menerima laporan dari keluarga korban,” ujar Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Norman Hidayat saat konferensi pers di Mapolres setempat, Senin (29/5/2017) sore.

Norman menjelaskan, awalnya tersangka dan korban merupakan sepasang kekasih yang saling kenal sejak bulan Maret tahun 2016 lalu. Dalam perjanalanan cinta sepasang kekasih ini, ternyata tersangka menyetubuhi korban. “Tersangka berjanji kepada korban untuk menikahi. Ternyata tersangka tidak menepati janjinya,” lanjut Norman.

Perbuatan terlarang ini ternyata tidak hanya terjadi satu kali, melainkan berulang hingga lebih 10 kali. Akibat perbuatan tersebut, korban hamil sebelum keduanya menikah. Bahkan, kini korban sudah melahirkan anak dari persetubuan tersebut.

Korban yang melahirkan di luar nikah itu menjadi kesal setelah tersangka tidak mau menjadi bapak dari anaknya yang melalui jalur pernikahan. “Karena tersangka tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya, keluarga korban melaporkan kepada kami,” lanjutnya Norman.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Satpol PP Kota Malang Obrak Penukaran Uang

Atas laporan keluarga korban, kemudian petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap. Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa dua buah handphone, satu jaket warna merah, sebuah kaos lengan pendek warna biru, sebuah kaos warna biru lengan panjang, sebuah celana levis warna biru dongker, dan sepeda motor Yamaha R15 warna merah nopol S-3247-ZZ.

“Tersangka kami jerat pasal 81 UU RI Nomor 35 tahun 2014 jo pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Norman. @tri

print
(Visited 24 times, 1 visits today)

Shortlink: