Surabaya Menjadi Kota Metropolushit

Surabaya, BeritaTKP.Com – Metropolushit !!! Mungkin Itulah Penggambaran Yang Tepat Untuk Kondisi Kota Metropolis Seperti Surabaya…Dimana Kota Besar Yang Selalu Menjadi Magnet Bagi Semua Orang Untuk Menjadi Bagian Dari Metropolis, Yang Sebenarnya Lebih Tepat Untuk Disebut Tiranopolis…

Metropolis Ditambah Polusi…Metropolis Selalu Menawarkan Kemegahan Dan Peluang Untuk Memperoleh Keuntungan, Dan Polusi Adalah Bagian Yang Tidak Dapat Dipisahkan Dari Metropolis. Tapi Polusi Disini Sudah Terlalu Berlebihan Sehingga Lebih Layak Untuk Disebut polushit, Karena Kita Semua Sudah Muak Dengan Polusi Di Kota Ini.

Metropolushit Adalah Sebuah Pengerusakan Lingkungan Yang Di Akibatkan Dari Sebuah Nilai Pembangunan Kota Yang Kapitalis.

Coba Kita Perhatikan Sekitar Kita…Dalam Setiap Tarikan Nafas Dan Udara Yang Kita Hirup Saat Ini..Polutan Semakin Dominan Daripada Oksigen Yang Kita Butuhkan, Bau Sampah, Asap Kendaraan, Asap Pabrik Hingga Bahan – Bahan Kimia Yang Kita Hirup Setiap Harinya. Apakah Masih Ada Udara Segar Di Kota Surabaya ?…

Tanah – Tanah Yang Dahulunya Merupakan Areal Hijau Yang Menjadi Paru – Paru Kota Sekarang Sudah Terasingkan Dan Dapat Dikatakan Habis Sama Sekali Dan Sulit Untuk Ditemukan..Karena Terdesak Oleh Hadirnya Mall – Mall Sebagai Pusat Perbelanjaan, Restoran – Restoran Cepat Saji Dan Perumahan..Pohon – Pohon Yang Meneduhkan Kota Juga Mulai Tergantikan Dengan Papan – Papan Reklame. Dengan Sempat Tergusurnya Areal Hijau Kota, Maka Resapan Airpun Juga Semakin Tidak Ada..Sehingga Banjir Sudah Menjadi Pendamping Musim Penghujan Bagi Masyarakat Metropolis.

Baca Juga :  Banyuwangi Buka Pelayanan Kesehatan untuk Hewan Kurban

Kesadaran Untuk Menjaga Sumber Air Bersih Perkotaan Juga Semakin Terabaikan, Industri – Industri Kapitalis Dengan Mudahnya Mencemari Sumber Air Bersih Dengan Membuang Limbahnya Ke Sungai Atau Perairan Yang Sekitarnya Di Huni Oleh Masyarakat, Pada Saat Terjadi Komplain Dari Masyarakat, Mereka Menutup Mata Pemerintah Dengan Uang Mereka.

Perlu Kita Ingat, Bahwa Pembangunan Tidak Selalu Membawa Kita Pada Hal – Hal Yang Baik – Baik Semata, Baik Dalam Kontrol Sosial Maupun Lingkungan. Kembali Ke Kesadaran Kita, Bahwa Keadaan Hidup Alami, Natural, Dan Tetap Menjaga Kelestarian Lingkungan Memang Lebih Baik. @pimred

print
(Visited 21 times, 1 visits today)

Shortlink: