IDI Surabaya Digugat Lantaran Dianggap Lindungi Dr Aucky Hinting

Surabaya, BeritaTKP.Com – Dr Aucky Hinting sedang menangani proses bayi tabung pasangan suami istri Tomy Han dan Evelyn Soputra dan diduga melakukan mal praktek saat menangani proses bayi tabung pasangan suami istri, Tomy Han dan Evelyn Soputra.

Dalam proses bayi tabung itu, Dr Aucky Hinting menjamin jika pasutri itu akan mendapatkan bayi laki-laki dengan membayara biaya sebesar Rp 47.680.000. Namun, janji itu  mbleset, Tomy Han dan Evelyn justru mendapatkan benih bayi tabung berkelamin perempuan.

Kasus ini pun dilaporkan ke IDI Kota Surabaya, tapi laporan itu hanya ‘tiaparap’ dan tanpa ada tindakan maupun sanksi yang dijatuhkan ke Dr Aucky Hinting.

Hingga akhirnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya harus menerima pil pahit lantaran telah dianggap telah melindungi Dr Aucky Hinting, PhD Sp And yang diduga melakukan mal praktek saat menangani proses bayi tabung pasangan suami istri, Tomy Han dan Evelyn Soputra.

Eduard Rudy Suharto, selaku kuasa hukum korban mal praktek menyebut, IDI digugat perbuatan melawan hukum (PMH) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya lantaran mengabaikan tugas dan fungsinya sebagai kontrol penegakan etika profesi terhadap dokter-dokter nakal di Surabaya.

Baca Juga :  MUI Kabupaten Pasuruan Menolak Tegas Pelaksanaan Sekolah 5 Hari

Ketua PDC KAI Surabaya menyebut, jika upaya menggugat IDI Kota Surabaya ini dilakukan hanya untuk semata-mata merubah kinerja IDI menjadi lebih baik sebagai lembaga kontrol bagi para dokter nakal di Surabaya.

“IDI terkesan sengaja melakukan pembiaran terhadap kinerja  Dr Aucky Hinting yang telah melakukan pelanggaran kode etik profesi, IDI terkesan sengaja melakukan pembiaran terhadap kinerja  Dr Aucky Hinting yang telah melakukan pelanggaran kode etik profesi,” ujar Eduard Rudy.

Selain melaporkan ke IDI, Dr Aucky Hinting juga dilaporkan ke Polda Jatim, Ahli Andrologi bergerak dibidang Assisted Reproductive Technology (ART) atau Teknologi Reproduksi Berbantu juga digugat perdata di PN Surabaya. Selain menggugat IDI Surabaya, pihaknya juga menggugat IDI Propinsi Jatim dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. “Hari ini sidangnya, tapi ditunda karena ada acara halal bihalal,”ujar Eduard Rudy. @red

print
(Visited 108 times, 1 visits today)

Shortlink: