Bersihkan Sungai Angkut 3,4 Kuintal Popok

Surabaya, BeritaTKP.Com – Sekitar 20 hingga 340 kg atau sekitar 3,4 kuintal popok bayi ditemukan dari hasil pembersihan yang dilakukan oleh Gabungan relawan LSM selama 4 hari berturut-turut. LSM yang ikut andil di dalamnya ialah LSM Ecoton Gresik, LSM 0 Sampah Surabaya, IMTLI (Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan) regional Jawa Timur, dan Indowater Cop Surabaya.

Kegiatan ini sudah dilakukan pada beberapa titik sungai berlokasi di Jawa Timur seperti Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, serta Surabaya yang menjadi muara sungai. Sungai yang mereka lintasi mulai dari, sungai Wringinanom Gresik, Warugunung Karang Pilang sampai terakhir di sungai Kalimas Surabaya. Karangpilang dan Karah menjadi salah satu wilayah yang warganya banyak membuang sampah popok ke sungai.

Banyaknya sampah popok bayi tersebut diakibatkan warga hampir 90 %-nya beralasan mereka percaya kalo buang sampah popok atau pembalut ke tempat sampah takut anaknya kena mitos ‘suluten’.

Suluten ialah mitos yang percaya kalo buang sampah pembalut atau popok bayi ke tempat sampah kan pasti nanti berakhir ke TPA. Para ibu percaya kalau sudah di TPA kan pasti di bakar, kalau di bakar anaknya itu pada bagian kemaluannya bisa ngerasain terbakar. Itulah yang membuat banyak orang membuang popok ke sungai.

Baca Juga :  Giliran Sopir Angkutan Blitar Dites Kesehatan dan Urine

Relawan LSM berharap pemerintah segera cepat dan tanggap akan bencana limbah ini dan tentunya diperlukan ketegasan atas regulasi serta edukasi untuk penduduk terutama penduduk yang tinggal di pinggir sungai. LSM kemudian memberikan seserahan sampah popok kepada Hamidah selaku Kabid Pengawas dan Penaatan Lingkungan Hidup BLH Surabaya yang nantinya rencana dilimpahkan ke Balai Besar Sungai Wilayah Brantas.

Peneliti dari mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam IMPLI menemukan, “Diketahui 80 % ikan mengalami perubahan alat kelamin, 25% terjadi karena intersex kemandulan pada ikan. Sehingga kodrat ikan ditemukan 2 perubahan yang laki-laki mandul dan yang perempuan ingin segera menikah. Jadi kan ini nggak bisa malah yang ada merugikan mereka,” ujar Prigi Arisandi selaku Direktur Ecoton.

Dari pengamatan, LSM masih belum mendapatkan hasil yang lebih dari aksinya. Terlihat dari beberapa pejabat yang ditemui hanya menjawab, “Ya nanti masih dicarikan solusinya, tanggapan dan penyebabnya darimana asalnya ini pembuangan. Yang jelas masukan-masukan tadi sudah ditulis saya dengan bu Hamidah tinggal nanti kami bicara kepada atasan bagaimana tindakan selanjutnya,” tandas Prastowo. @red

Baca Juga :  Koramil 05 Rungkut Adakan Simulasi Penanggulangan Bencana bersama pemkot Sura

print
(Visited 37 times, 1 visits today)

Shortlink: