Warga Rusun Resahkan Pembuangan Limbah Liar

Surabaya, BeritaTKP.Com – Warga Rumah Susun (Rusun) Romo Kalisari, Surabaya diresahkan dengan adanya Limbah cair diduga Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dibuang di saluran air di dekat Rumah Susun tersebut.

Diduga Pembuangan limbah itu sebut dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB, Limbah itu dibuang dari jembatan ke saluran air di bawahnya. Lokasi itu berjarak sekitar 150 meter dari rusun. Warga, mulai mencium bau menyengat sekitar Pukul 18.00 WIB.

Bau menyengat yang dihasilkan limbah tersebut membuat warga mencari sumbernya. Semakin lama bau itu semakin menyengat, kata Sunardi, mengakibatkan sekitar 20 warga pingsan. Warga yang pingsan dievakuasi oleh Satpol PP dan Linmas Kota Surabaya ke masjid di Sememi Barat.  Dari penelusuran warga, diketahui jika sumber bau menyengat itu berasal dari truk yang sedang membuang sesuatu di jembatan tersebut.

Pembuangan limbah cair di dekat Rusun Romo Kalisari jelas merugikan warga. Warga rusun berencana meminta ganti rugi. Namun mereka menunggu hasil laboratorium keluar.”Kalau untuk ganti rugi, kami menunggu hasil lab keluar dulu. Biar ada buktinya,” ujar Ketua Paguyuban Rusun Romo Kalisari Heri Supriyanto kepada detikcom, Senin (17/7/2017).

Heri mengatakan, beberapa waktu lalu warga rusun sebenarnya ingin memprotes dengan menggelar unjuk rasa. Namun unjuk rasa itu batal karena ada jaminan bahwa pos yang ada di jalan masuk rusun di dekat jalan raya akan dibongkar.

Pos itu tidak didirikan warga rusun. Orang-orang yang ada di pos tersebut-lah yang dianggap warga rusun turut membantu pelaku pembuangan limbah. Mereka mengawal truk pengakut limbah hingga ke jembatan di dekat rusun.”Kami tak jadi demo karena ada jaminan pos di depan akan dibongkar,” tandas Heri.

“Air di kawasan itu kan mengalir. Dan alam mempunyai kemampuan untuk memulihkan diri. Mungkin karena limbah yang dibuang banyak, kemampuan memulihkan diri alam juga butuh waktu,” tandas Musdiq.

Baca Juga :  Polresta Pasuruan Musnahkan Ratusan Botol Miras dan Narkotika

Limbah cair impor dari Korsel dibuang di saluran air dekat Rusun Romo Kalisari. Akibatnya, 20 warga teracuni dan terpaksa dirawat di rumah sakit. Warga pingsan, mual, muntah dan pusing. Wali Kota Risma marah dan menuntut agar kejadian ini diusut tuntas.

Pembuangan limbah cair di dekat Rusun Romo Kalisari jelas merugikan warga. Warga rusun berencana meminta ganti rugi. Namun mereka menunggu hasil laboratorium keluar.”Kalau untuk ganti rugi, kami menunggu hasil lab keluar dulu. Biar ada buktinya,” ujar Ketua Paguyuban Rusun Romo Kalisari Heri Supriyanto.

Heri mengatakan, beberapa waktu lalu warga rusun sebenarnya ingin memprotes dengan menggelar unjuk rasa. Namun unjuk rasa itu batal karena ada jaminan bahwa pos yang ada di jalan masuk rusun di dekat jalan raya akan dibongkar.

Pos itu tidak didirikan warga rusun. Orang-orang yang ada di pos tersebut-lah yang dianggap warga rusun turut membantu pelaku pembuangan limbah. Mereka mengawal truk pengakut limbah hingga ke jembatan di dekat rusun.”Kami tak jadi demo karena ada jaminan pos di depan akan dibongkar,” tandas Heri.

Tak hanya itu Limbah cair yang dibuang di saluran air di dekat Rusun Romo Kalisari membawa korban. Selain korban manusia, banyak ikan di saluran air tersebut yang mati. Limbah itu mengalir ke saluran ke arah selatan menuju laut. Banyak ikan di saluran air yang mati.

Namun ikan yang liar, yang tidak dipelihara di tambak seperti ikan patin dan ikan belanak. Ikan-ikan itu mati mengambang di sekitaran saluran air.Untuk sementara, dia belum menemukan ada ikan yang mati di tambaknya dan tujuh tambak yang lain. Meski letak tambaknya di sisi selatan tempat limbah dibuang, namun Sudarsono juga mempunyai kekhawatiran limbah itu merembes ke tambak yang dijaganya.

Sudarsono, salah satu penjaga tambak mengujarkan bahwa Pintu air di tambak yang dijaga Sudarsono memang rapat. Namun tetap saja air bisa masuk merembes. Sudarsono khawatir limbah itu ada yang mengalir dan merembes ke tambaknya. Namun Sudarsono juga tak bisa memastikan apakah memang tak ada ikan sama sekali yang benar-benar mati di tambaknya. Tambak yang dijaga Sudarsono diisi udang dan bandeng.

Baca Juga :  Puluhan Sound System Warung Remang Disita Satpol PP

Bila ikan bisa diketahui mati karena mengambang, berbeda dengan udang. Bila udang mati, tubuhnya tak mengambang tetapi tenggelam. Hal itu yang dikuatirkan warga.

Hingga pada Sabtu, 15/7/2017, Kasus pembuangan limbah di saluran air di dekat Rusun Romo Kalisari dilimpahkan ke Polda Jatim yang dimana sebelumnya kasus ini ditangani Polrestabes Surabaya.

“Kami limpahkan kemarin malam,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Shinto juga menjelaskan bahwa alasan dilimpahkannya kasus ini ke Polda Jatim adalah karena salah satu pihak yang diduga terlibat berada di Jakarta. dan Karena berada di kota di luar Surabaya, maka lebih baik Polda Jatim yang menanganinya hal ini juga untuk memudahkan koordinasi.

Dengan dilimpahkannya kasus ini ke Polda Jatim, dilimpahkan pula berkas perkara, tersangka yang terdiri dari tiga orang, dan barang bukti yakni empat kontainer, satu unit truk trailer, dan satu unit mobil Honda Mobilio, uang tunai Rp 1,1 juta, satu botol sampling limbah cair, satu plastik pasir terkontaminasi limbah, dan dokumen pengangkutan. @red

print
(Visited 33 times, 1 visits today)

Shortlink: