Polisi Gagalkan Pengiriman 404.800 Butir Pil Carnophen ke Kalimantan

Surabaya, BeritaTKP.Com – Tiga warga Jalan Tempel Sukorejo yakni Ricky Sucahyo (26), warga Jalan Kranggan; Hendrik Wijaya (30), warga Petemon Barat; dan Hendri Setiyono (30) diamankan oleh polisi hal itu dikarenakan lantaran mereka hendak mengirim barang berupa karung yang berisi berisi 404.800 butir pil carnophen.

Sebanyak 16 koli karung plastik yang berisi 404.800 butir pil carnophen digagalkan pengirimannya. Rencananya, pil tersebut hendak dikirim ke Kalimantan. Menurut informasi Pil tersebut hendak dikirim melalui ekspedisi, ratusan ribu butir pil tersebut didatangkan oleh DC dari Semarang. Pil itu dibeli DC seharga Rp 220 juta. Pil itu dibungkus karung plastik warna putih dan dimasukkan kardus. Pil itu dikirim melalui ekspedisi ke Surabaya.

Atas perintah Hendri, barang itu diambil oleh Ricky dan Hendrik. Mereka mengambil menggunakan mobil Daihatsu Xenia nopol L 1738 PC. Barang itu kemudian dibawa ke sebuah ekspedisi di Jalan Semut Kali untuk dikirim ke Kalimantan.

Namun sebelum barang itu dikirim, polisi segera datang dan meringkus kedua orang tersebut. Rencananya, barang tersebut dikirim ke seseorang berinisial AL di Kalimantan. Pil sebanyak itu dijual kembali seharga Rp 236 juta.

Baca Juga :  Kepepet Butuh Uang, Wanita Pengangguran Layani Threesome Dengan Pria Hidung Belang

“Kepada petugas ekspedisi dikatakan bahwa barang itu adalah sandal, Kami masih memburu orang yang memesan pil ini dan yang hendak menerimanya,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela.

Kepada penyidik, tersangka mengaku sudah berbisnis pil ini sejak tahun 2015. Dalam sebulan, mereka bisa mengirim sebanyak lima kali ke Kalimantan. Sekali kirim, mereka bisa mengirim 13-16 koli. Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan BB POM Surabaya Siti Aminah mengatakan bahwa pil carnophen yang diproduksi Zenith Pharmaceutical yang ditemukan dalam kasus ini, ternyata izin edarnya sudah dicabut.

Siti mengujarkan, pil carnophen sendiri mempunyai efek menenangkan, kuat begadang, relaksasi. Pil ini sebenarnya digunakan untuk obat penenang yang melemaskan otot. Namun pil ini juga mempunyai efek adiktif atau kecanduan. Ciri orang yang minum pil ini adalah matanya yang berwarna merah.

“Izin edar sudah dicabut sejak 27 Oktober 2009 karena pabrik pembuatnya tidak bisa melakukan pengawasan terhadap produknya, Pil ini biasanya banyak digunakan oleh nelayan biar tidak ngantuk karena di laut itu kan kerjaannya menunggu dan membosankan,” pungkasnya. @wahyu

print
(Visited 37 times, 1 visits today)

Shortlink: