BUMDES Desa Ketapang Banyuwangi Di Apresiasi 435 Orang Dari Kabupaten Meringin – Jambi

Banyuwangi, BeritaTKP.Com  – Kantor Desa Ketapang Banyuwangi kedatangan  tamu Sebanyak 435 orang terdiri dari seluruh camat, kepala desa dan Badan Pengelola Pendapatan (BPPD) dari Kabupaten Merangin, Jambi untuk belajar dan melihat beberapa perkembangan Desa-Desa di kabupaten paling ujung timur pulau Jawa ini.

Pasalnya, Desa Ketapang salah satu contoh, yang bisa mengembangkan perekonomian desa, ada delapan usaha yang di kelola oleh Badan Usaha Milik Desa Ketapang (BUMDES) antara lain simpan pinjam, ternak lele, ATK dan lain-lain.

Kepala Desa Ketapang Selamet Kasihono mengatakan,  Peningkatan ekonomi berdasarkan Badan Usaha Milik Desa Ketapang (BUMDES) yang selalu kita kembangkan. “Pada ahirnya masyarakat dan Desa kami bisa menikmati hasil BUMDES tersebut.

Lanjut, Selamet Kami selalu mengamati potensi apa yang ada di wilayah desa kami dan kita kembangkan adanya potensi-potensi yang ada di wilayah desa kami, karena itu salah satu untuk mengembangkan perekonomian diwilayah desa kami, katanya.

Tujuan Bupati Merangin-Jambi, membawa rombongan besar untuk belajar ke Banyuwangi Selama tiga hari, dalam hal ini mereka akan belajar tentang pariwisata, pengelolaan desa, hingga penggunaan IT untuk pemerintahan. “Kami membawa 24 camat, 203 kepala desa dan 200 pegawai BPPD ke Banyuwangi. Sehingga total ada sekitar 435 orang kami bawa ke Banyuwangi, untuk belajar apa saja yang diterapkan di Banyuwangi,” ujar Bupati Merangin-Jambi, Al Haris.

Baca Juga :  Komnas HAM Buka Kasus Pembantaian Dukun Santet dan 'Ninja' 1998 di Jatim

Menurut Al Haris, memilih Banyuwangi karena secara geografis, daerahnya sama dengan Banyuwangi. Untuk pariwisata, Banyuwangi bisa berkembang, dan menjadi perhatian nasional. Banyuwangi mampu mengemas dan menjadi lebih menarik.

Banyuwangi juga dipilih karena mampu mengembangkan perekonomian desanya. Seperti Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi yang meraih penghargaan “Desa Wisata Award” dari Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT).

“Merangin itu mirip Banyuwangi. Kami punya pertanian, wisata alam dan lainnya. Bahkan kami juga punya wisata gas bumi (Geo Park). Hanya laut yang kami tidak punya,Ini yang kami ingin pelajari. Bagaimana Banyuwangi bisa mengemas tempat-tempat wisatanya, Karena itu kami membawa seluruh kepala desa ke Banyuwangi, untuk belajar pengelolaan desa terutama terkait dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa),” kata Haris.

Selain itu menurut Haris, diharapkan seluruh kepala desa Merangin, bisa menerapkan ilmu dari Banyuwangi di desa mereka sesuai dengan karakter, kultur, dan kebutuhan desa masing-masing.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan kehadiran dari Kabupaten Merangin ini, diharapkan kepala desa di Banyuwangi juga termotivasi untuk berbuat lebih baik lagi. “Kedatangan kabupaten lain ke Banyuwangi untuk belajar, harus dijadikan motivasi dan edukasi agar bisa berbuat lebih baik lag,” kata Anas.

Baca Juga :  Paripurna Penjelasan Penyampaian Bupati Blitar Tentang Rapbd Tahun 2018

Bupati Anas juga berharap agar, Kabupaten Maringin bisa menyerap apa yang ada, untuk diterapkan di daerahnya. Anas mengatakan, dengan membawa seluruh kepala desa dan camat, menunjukkan Bupati Maringin punya komitmen untuk membuat daerahnya lebih baik lagi. @adji

print
(Visited 93 times, 1 visits today)

Shortlink: