Tak Cukup Uang Untuk Beli Onderdil, Warga Tanjungsari Nekat Colong Hp

Surabaya, BeritaTKP.Com – Andik Wibowo (25), hendak membeli onderdil untuk motor miliknya, namun lantaran uang yang dimiliknya untuk membeli onderdil tersebut kurang akhirnya ia menempuh jalan pintas.

Warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jenengan, Kabupaten Ponorogo ini mencuri HP di kos-kosan Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo. Sayang rencana jahat itu diketahui korban, dan permuda bertubuh kurus ini dijadikan sansak hidup oleh massa.

Sekitar pukul 10.30 pelaku pergi ke rumah kos milik Yayuk, warga Dusun Ngambar, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo. Karena sepi, pelaku langsung masuk area kos dan mencongkel salah satu pintu kamar. Pelaku berhasil membobol kamar milik Naning Andarini, 25, Dusun Kendunggabus RT 03 RW 09 Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Dalam kamar itu, pelaku mengambil ponsel dan uang Rp 70 ribu.

Hingga aksinya diketahui dua penghuni kos lainnya yang kenal dengan korban. Pelaku keluar kamar dan ditanyai oleh dua wanita yang ada juga penghuni kos. Karena tidak bisa menjawab dan kebingungan, akhirnya diteriaki maling. Pelaku pun kabur dan berlari ke jalan kampung. Karena banyak warga yang ada di depan rumah, pelaku berhasil diamankan.

Baca Juga :  Berdalih Sakit Diabetes, Kodir Jadikan Sabu Sebagai Obatnya

Lantaran wilayah tersebut beberapa kali disatroni maling, warga pun meluapkan emosinya kepada pelaku. Wajah pelaku sempat dihajar sebelum polisi datang ke lokasi. Pelaku kemudian dikeler menuju Mapolsek Driyorejo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Diketahui bahwa pelaku termasuk orang baru. Selama ini, pelaku bekerja serabutan dan pernah diterima sebagai mekanik motor di bengkel. “Pelaku memang hobi mengotak-atik motor. Lalu, saat akan beli onderdil uangnya tidak cukup. Akhirnya mencuri itu,” ujar Kapolsek Driyorejo, Kompol Sukri.

Dari keterangan pelaku, dia tidak hany mengambil ponsel dan uang saja tetapi juga dompet berisi surat penting. Pelaku bakal dijerat dengan Pasal 363 KUHP terkait dengan pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman bagi pelaku maksimal 7 tahun penjara. “Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami kerugian sampai Rp 2,5 juta,” tandasnya. @lutfi

print
(Visited 30 times, 1 visits today)

Shortlink: