Kades Bondowoso Kembalikan 281 Sak Beras Lantaran Tak Layak Konsumsi

Bondowoso, BeritaTKP.Com  – Sebanyak 281 karung beras sejahtera (Rasta) ditolak bahkan dikembalikan ke bulog setempat, hal ini di lakukan oleh Kepala Desa Paguan, Hanan yang merasa beras subsidi tersebut  dianggap berkualitas buruk.

Menurut Hanan atas beras sejahtera tersebut Warnanya agak kuning kecoklatan. Selain itu, banyak menirnya dan juga banyak kutu beras, dan pengembalian itu dilakukan karena pada bulan ini kualiatasnya terbilang paling parah dibanding bulan-bulan sebelumnya. Kualitas sebelumnya kurang bagus, tapi sengaja dibiarkan, selama masih dalam batas kewajaran.

“Bulan ini yang paling buruk. Jadi, terpaksa kami tolak dan langsung kami kembalikan lagi ke Bulog. Masak masyarakat suruh mengkonsumsi beras tak layak gini, Warnanya agak kuning kecoklatan. Selain itu, banyak menirnya dan juga banyak kutu beras,” ungkap  Kepala Desa Paguan, Hanan.

Dalam hal ini pengembalian beras bersubsidi tersebut memang bisa dilakukan. Hal itu mengacu pada surat edaran yang dikeluarkan Bulog Divre Bondowoso. Dalam edaran itu disebutkan bahwa ada garansi jika pengirimannya tidak sesuai, baik kualitas maupun kuantitas.

Baca Juga :  Pererat Kekeluargaan, FPII dan MPN Gelar Halal Bihalal Bersama

Rastra adalah beras yang disubsidi pemerintah untuk masyarakat berekonomi lemah. Beras ini dijual pada harga yang relatif murah dan mendapat subsidi sebesar  Rp 5.000 per kg.” Harganya memang relatif murah Rp 1.600 per kg, karena sudah ada subsidi dari pemerintah. Tapi, masyarakat kan tetap harus diperlakukan secara layak,” imbuh Hanan.

Menurut Data yang didapat, Desa Paguan mendapat jatah rastra sebanyak 281 sak perbulan. Tiap sak berisi 10 kg. Jumlah tersebut didistribusikan ke 2 dusun, yakni Dusun Paguan dan Dusu Paleran, yang kebanyakan warganya berada di bawah garis kemiskinan. @ridwan

print
(Visited 17 times, 1 visits today)

Shortlink: