Koperasi Al Hikma Blitar Disegel Rugikan Negara Rp. 250 Juta

Blitar, BeritaTKP.Com – Polisi memeriksa Koperasi Al Hikmah di Desa Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten, hal ini dilakukan lantaran Koperasi tersebut diduga menyelewengkan dana hibah Kementerian Koperasi dan UKM RI sebesar 900 juta.

Kapolres Blitar AKBP Slamet Waluyo menyatakan, laporan dugaan penyelewengan revitalisasi Pasar Tumpang tahun anggaran 2015 ini telah diterima sejak tahun lalu.”Penggeledahan hari ini merupakan perkembangan penanganan laporan dugaan tipikor yang kami terima pada 14 Juli 2016. Kami sudah mulai penyelidikan, sedangkan dugaan penyelewengan dana hibah terjadi pada Oktober 2015,” kata kapolres.

Menurut informasi dana hibah Kementrian Koperasi dan UKM senilai 900 juta tersebut disebut untuk revitalisasi Pasar Tumpang. Rinciannya untuk membangun sebanyak 20 kios, 2 los dan 2 toilet. Pada tahun 2015 Koperasi Al Hikmah mengajukan proposal untuk revitalisasi Pasar Tumpang yg ditandatangani ketua koperasi kepada Kementerian Koperasi & UKM RI Cq. Deputi Kementerian Bidang pemasaran dan jaringan usaha sebesar Rp 900 juta untuk pembangunan 20 kios. Dana tersebut cair Rp 900 juta pada tanggal 8 September 2015.

Namun realisasinya, lanjut dia, embangunan pasar yang berlangsung selama empat bulan itu swakelola. “Sehingga kami temukan SPJ dana Rp 900 juta itu dilaporkan habis untuk pembangunan pasar. Mereka membuat kwitansi fiktif dan mark up harga,” ungkap Slamet.

Dan setelah dilakukan Perkembangan penyidikan Koperasi Al Hikmah terkait korupsi dana hibah Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp 900 juta, polisi menemukan potensi kerugian negara Rp 250 juta. Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya menyatakan, potensi tersebut timbul dari mark up anggaran revitalisasi Pasar Tumpang yang dilakukan oleh Koperasi Al Hikmah.

Baca Juga :  Tahun 2018, Guru SD dan SMP di Surabaya dapat Penghasilan Tambahan

Modus yang dilakukan Koperasi Al Hikmah, lanjut kapolres, dengan mengajukan proposal ke Kementerian Koperasi dan UKM untuk revitalisasi Pasar Tumpang. Lalu membuat laporan pertanggungjawaban atau SPJ fiktif dan mark up anggaran belanja material revitalisasi pasar.

Sementara Ketua Koperasi Al Hikmah, Nurochim (65) menyatakan, semua yang terjadi hanya misskomunikasi antara pengurus koperasi dan masyarakat Desa Tumpang. “Ada tim pembawa program, ya teman-teman dari Tumpang dan Kademangan bilang ada dana hibah dari Kementerian Rp 900 juta. Terus kami disuruh bikin proposal pembangunan pasar. Lalu kami tawarkan ke kepala desa. Kalau dana sudah cair maka pasar ini akan dikelola koperasi bersama desa selama 10 tahun. Tapi di tengah pembangunan ada misskomunikasi dengan warga sehingga kami dilaporkan ke polisi,” aku Nurochim kepada wartawan.

Nurochim menyatakan pihaknya tidak ada kesengajaan korupsi karena yang menjalankan pembangunan pasar itu adalah tim pembawa program. “Kami tidak tahu apa-apa. Semua yang membangun tim pembawa program itu. Tadi kami sama petugas sudah ke bank untuk mengambil sisa dana pembangunan sebesar Rp 133 juta. Dan uang itu sudah disita oleh polisi,” terangnya.

Sudah ada 20 saksi yang diminta keterangan oleh penyidik. Mereka diantaranya dari pengurus dan staf koperasi, pelaksana proyek, pembuat pertanggungjawaban keuangan. Dalam penyidikan ini Polres Blitar juga melakukan koordinasi dengan BPKP. Koperasi Al Hikmah di Desa Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, dipolice line. Koperasi tersebur diduga menyelewengkan dana hibah Kementerian Koperasi dan UKM RI sebesar 900 juta. @beatriz

print
(Visited 22 times, 1 visits today)

Shortlink: