Ingin Hidupkan Surabaya Kota Pahlawan, Risma Kunjungi Bangunan Cagar Budaya

Surabaya, BeritaTKP.Com – Wali Kota Tri Rismaharini sidak ke beberapa kawasan yang menjadi dan akan dijadikan cagar budaya. Beberapa kepala dinas pun diajak ikut serta. Tujuannya bisa melakukan pengerjaan jika ada yang perlu dibenahi dan ditambah sarana dan prasarana. Risma mulai mengecek bangunan cagar budaya rumah HOS Cokroaminoto, Jumat 28/7/2017.

Risma yang baru pulang dari Inggris tadi malam, meninjau rumah yang ada di Jalan Peneleh VII. Setelah masuk ke dalam sekitar 7 menit, Risma bergegas menuju ke Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Bubutan yang di dalamnya terdapat makam Dr Soetomo. Di depan makam Dr Soetomo, Risma meminta kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Eri Cahyadi agar memperbaiki bangunan yang ditempati media majalah berbahasa Jawa Panjebar Semangat.

Risma juga meminta pada Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau agar pagar pembatas makam dengan halaman GNI dibongkar. Setelah itu, Risma meninjau bangunan yang kini dijadikan sebagai museum Dr Soetomo. Sayangnya bangunan museum tersebut tertutup bangunan kamar kecil dari GNI. Risma pun memerintahkan agar bangunan kamar kecil dibongkar.

“Tolong diperbaiki biar kelihatan bagus sama cek apa itu milik kita. Kalau milik kita, pagar didalam ini dibongkar saja biar jadi satu, Nanti ini diperbaiki dan handle jendelanya jangan diganti karena ini aslinya. Sekalian bagian arsip segera kumpulkan semua tentang Bung Tomo koordinasi dengan trowulan. Mulai lahir dimana dan lainnya lalu kumpulkan disini,” ujar Risma.

Baca Juga :  Puluhan Sound System Warung Remang Disita Satpol PP

Setelah itu wanita dengan julukan ‘emake’ arek suroboyo tersebut kembali melanjutkan perjalanan ke Museum Tugu Pahlawan dan Museum 10 November. Di sini, Risma minta pada Dinas PU untuk memperbaiki beberapa bagian dalam Tugu Pahlawan seperti pot bunga dan sistem drainase dan  Setelah dari Monumen Tugu Pahlawan melanjutkan perjalanan ke Kampung Kraton di kawasan Kramat Gantung. Risma berencana menjadikan kampung tersebut sebagai salah satu kampung sejarah. Karena terdapat beberapa bangunan tua. Di antaranya bangunan menyerupai pabrik yang bangunan diatasnya tersambung dengan bangunan lainnya.

Dari Kampung Kraton, Risma melanjutkan ke rumah wafat WR Supratman di Jalan Salak kawasan Tambaksari. Selama menuju ke rumah wafatnya pencipta lagu Indonesia Raya, minta agar salurannya dinormalisasi dan akses masuknya diusahakan agar bisa lurus tidak berbelok.

Hal Ini mendorong keinginan Wali Kota Tri Rismaharini yang ingin menghidupkan kembali Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan, agar bisa menjadi ikon wisata sejarah dan pendapatan.

Alasan Risma menghidupkan kawasan sejarah, karena Surabaya memiliki dua fase sejarah. Mulai pra kemerdekaan hingga fase perjuangan menuju kemerdekaan. Ia mencontohkan salah satu bukti kebesaran kerajaan Majapahit adanya kampung Kraton di kawasan Kramat Gantung, yang diyakini sebagai pusat kerajaan sebelum fase perjuangan kemerdekaan.

“Aku mau hidupkan lagi Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan agar bisa dijual ke pariwisata, Dulu Surabaya juga sebagai pusat kerajaan Majapahit dan besar disini sehingga ada beberapa yang akan kita gali makanya kita mau ke kampung kraton itu kan majapahit dan ada juga fase perjuangan kemerdekaan. Kedua fase itu yang ingin saya hidupkan lagi,” ungkap Risma.

Baca Juga :  Jelang Pembangunan Mega Proyek, 17 Kades Di Kumpulkan Bupati Untuk Smakan Persepsi

Untuk merealisasikan wisata sejarah sebelum kemerdekaan dan perjuangan kemerdekaan, Risma sudah memerintahkan Dinas Pariwisata serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya untuk mengumpulkan data serta arsip sejarah dua fase itu.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini juga sudah ancan- ancang akan ajukan PAK untuk hidupkan dua fase menjadi ikon wisata. ” Kemarin saya sudah minta ke pariwisata untuk data monumen dan situs yang bisa angkat untuk itu,Harapan kita, karena 2018 banyak tamu internasional datang sehingga bisa jadi tempat wisata baru,” pungkas Risma. @red

print
(Visited 24 times, 1 visits today)

Shortlink: