Tolak Pansus Angket KPK, BEM SI Jatim Demo di DPRD Jatim

Surabaya, BeritaTKP.Com – Menolak Pansus angket KPK, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Timur turun jalan. Mereka datang bertujuan untuk menyampaikan aspirasi, menolak dan menuntut Panitia Khusus Angket KPK, agar segera dibubarkan. Menolak segela bentuk intervensi dalam upaya pemberantasan korupsi. Dan meminta pejabat publik di Jawa Timur, untuk segera bersikap terkait polemik antar kubu DPR dan KPK.

Dalam aksinya, mereka membentangkan berbagai baliho yang diantaranya bertuliskan ‘Tolak hak angket KPK’, ‘Go Ahead KPK’, ‘Bubarkan pansus hak angket KPK’ hingga ‘Copot Setnov’.Dalam aksinya di depan gedung wakil rakyat ini, mereka juga melakukan teaterikal yang menggambarkan KPK tak bisa bebas karena terikat dengan hak angket DPR.

Usai membentangkan berbagai spanduk dan berorasi. Beberapa perwakilan dari massa aksi yang terdiri dari BEM Universitas Brawijaya, Dakmu UPN Veteran, BEM Politeknik Negeri Surabaya, Untag dan beberapa perguruan tinggi lainnya gagal bertemu dengan anggota dewan. Mereka hanya ditemui oleh Subarno Kabag Persidangan dan Sutejo Kepala Sub Pelayanan Aspirasi Masyarakat, Sekretariat DPRD Jatim.

Namun Kepada mahasiswa yang kecewa, Subarno mengatakan, tidak ada satu pun anggota dewan yang masuk. Karena ada yang menjalankan tugas kunjungan kerja (kunker) ke provinsi lain seperti Komisi A ke Provinsi NTB, Komisi B ke Mataram,NTB. Komisi C ke Bandung. Sedangkan dua komisi lainnya kunker ke Jakarta. “Memang ada satu anggota yang piket. Tapi pak wakil ketua (DPRD Jatim), sedang berduka dan mempersiapkan 40 hari wafat istrinya,” kata Subarno.

Baca Juga :  Penertipan pkl di bawah jembatan suramadu

Jawaban Subarno itu tak memuaskan mahasiswa. Mereka pun meminta jadwal kunker anggota dewan yang hari ini tidak masuk ke kentor dewan. Mereka juga meminta waktu untuk memantau setiap ruang komisi. Namun, tidak diperkenankan.

Massa yang rencananya hendak menyampaikan aspirasinya yang tertuang dalam kertas, terpaksa dibatalkan diserahkan ke pegawai Sekwan DPRD Jatim. Dari pertemuan tersebut, mendapatkan kesepakatan, bahwa massa akan diterima ketika melakukan aksinya pada Senin (31/7/2017) depan. Karena, hari itu bertepatan dengan agenda sidang paripurna.

“Kami sangat menyangkan, dari 100 anggota DPRD Jatim, tidak ada satu pun sama sekali di gedung ini. Saya rasa sangat memalukan dan aneh, karena semua anggota DPRD Jatim tidak ada di gedung wakil rakyat, kami juga akan kembali melakukan aksi demo pada senin depan,” pungkas salah satu mashasiswa yang ikut berdemo. @jef

print
(Visited 24 times, 1 visits today)

Shortlink: