Pelajar Pemilik Tabungan Rp. 42 Juta Yang Tak Diakui Pihak Sekolah, Meninggal Dunia

Malang, BeritaTKP.Com – Rosita , muncul dengan kontroversi tabungan Rp 42 juta yang tidak diakui sekolahnya saat masih duduk di MtS Negeri Tumpang, dan kini gadis yang masih berumur 16 tahun tersebut ditemukan tewas di kamarnya dengan keadaan mengenaskan.

Gadis lulusan MTs Negeri Tumpang, Malang, tersebut ditemukan pertama kali oleh ibunya ia meninggal, ditemukan di dalam kamar dengan mulut berbusa.

Berdasarkan keterangan para saksi, kematian gadis 16 tahun itu berawal saat Kamis 26/7/2017, sekitar pukul 23.00 WIB, Rosita Putri pasangan Wijiyati (37) dan Suliono (42) tersebut makan nasi berlauk ikan gurami yang digoreng oleh ibunya. Untuk minum, Rosita hanya meminum air putih saat itu.

Setelah itu, Rosita mengeluh kepada ibunya kalau dia pusing, dan meminta dipijat orang tuanya. Tak berapa lama, Rosita beranjak dan masuk ke dalam kamar. Esok harinya atau Jumat sekitar pukul 5 pagi, Wijiyati, sang ibu, berniat membangunkan Rosita.

Berulangkali mengetuk pintu, Wijiyati tidak mendapatkan jawaban. Melihat itu, Wijiyati kemudian membuka pintu kamar dan akhirnya menemukan putrinya sudah tak bernyawa dengan mulut berbusa.

“Korban meninggal, ditemukan di dalam kamar dengan mulut berbusadan Tidak ada tanda-tanda kekerasan, masih kami selidiki atas kasus ini Semua akan kami selidiki, dengan meminta keterangan para saksi, termasuk orang tua korban dan sekolah ,”Kasat Reskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu.

Baca Juga :  Capai Persyaratan Kompetensi Kepemimpinan Aparatur Pemerintah, Sejumlah Calon Pejabat Lakukan DIKLATPIM

Namun penyebab kematian Rosita masih menjadi tanda tanya. Sebelum ditemukan meninggal, Rosita sempat mengalami sakit. Misteri kematian tersebut semakin suram karena keluarga Rosita menolak autopsi. penanganan kematian Rosita kini ditangani Satreskrim Polres Malang. Upaya otopsi yang ditolak keluarga bisa juga menyulitkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Rosita.

“Keluarga menolak autopsi, kami tetap menghormati keputusan keluarga, asal mau membeberkan alasan, Autopsi sebagai langkah untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban melalui medis. Keluarga menolak dan telah mencantumkan pernyataan tidak akan menuntut siapapun,” imbuh Azi.

Sebelumnya, Rosita pernah mencuat dengan persoalan buku tabungannya. Saat itu, pihaknya sudah menawarkan agar diselesaikan melalui jalur hukum.Tetapi keluarga Rosita sepertinya tidak menginginkannya. Hingga kemudian Rosita ditemukan tewas di dalam kamarnya.

Dan dibalik kematian Rosita ternyata terselip wacaran Rosita sebenarnya akan ‘diselamatkan’ oleh Dinas Sosial, KPAI, dan aparat desa dari rumah orang tuanya, Suliono (42) dan Wijiyati (37). Namun, sebelum semuanya terwujud, Rosita sudah ditemukan meninggal di dalam kamarnya, Jumat (29/7/2017) pagi kemarin.

“Sebenar kami (sekolah) bersama dengan Dinas Sosial, KPAI, dan Aparat Desa, hari ini, berencana akan menyelamatkan Rosita. Dengan mengambil alih pengasuhan oleh negara,” terang Pono, Kepala Sekolah MtS Negeri 1 Tumpang

Baca Juga :  Surat Sumbangan SMAN 17 Surabaya Beredar Di Sosial Media, Sejumlah Netizen Geram

Hal ini timbul adanya dugaan kuat, Rosita mengalami tekanan terkait tabungan yang diklaim telah disetorkan kepada sekolah. Disisi lain, sekolah memiliki bukti mengacu kepada buku tabungan dengan nilai yang berbeda jauh. @TT/Ariwan

print
(Visited 43 times, 1 visits today)

Shortlink: