Untuk Kesekian Kalinya Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster

Surabaya, BeritaTKP.Com – Pengungkapan kasus dugaan penyelundupan benur di wilayah Jawa Timur ini sudah berulang kali. Bahkan, pelaku melakukan beragam cara untuk mengelabuhi petugas.

Beberapa waktu lalu, ada yang akan melakukan penyelundupan benur dengan menggunakan truk. Kali ini, anggota Subdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim yang dipimpin AKBP Rofik, membongkar jaringan penyelundupan benur dari Banyuwangi ke Jakarta, dengan cara estafet.

Dan kini Polisi membongkar kasus dugaan penyelundupan 30.000 baby lobster (benur). Benur tersebut didapat dari wilayah Kabupaten Banyuwangi, dan rencananya dijual ke luar negeri melalui Jakarta.

“Kita mengamankan sekitar 30.000 baby lobster, serta 8 tersangka, Modusnya, pelaku berpindah-pindah mobil mengangkut baby lobster, dari satu kota ke kota lainnya, untuk mengelabuhi polisi,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin.

Polisi yang mendapatkan informasi adanya dugaan penyelundupan benur dari wilayah Banyuwangi, terus melakukan penyelidikan. Kemudian melakukan pengejaran dan membuntuti perjalanan mobil Toyota Avanza yang diduga membawa ribuan benur.

Pelaku akhirnya diringkus, ketika hendak memindahkan 30.000 benur jenis mutiara yang dibungkus dalam plastik dan disimpan di sterofoam dan kardus, di wilayah Balung, Kabupaten Jember.”Tipe dan warna mobil yang digunakan sama, tujuannya untuk mengelabuhi polisi. Tapi sepandai-pandainya mereka, kami selalu mewaspadai pelaku dan mengikuti perkembangan di lapangan,” tuturnya.

Baca Juga :  Maling Motor Terekam CCTV

Di Balung, Jember, kedua mobil Avanza diamankan beserta 8 tersangka (inisial MS, MD, MY, MR, AS, IR, NJ, JM) serta 30.000 benur. Polisi mengembangkan kasus tersebut dan menangkap lagi tiga tersangka (AF, IS, HL) di wilayah Rembang, Jawa Tengah.

“Para pelaku ini masih bawahan, suruhan. Dibilang kasihan, ya kasihan mereka, karena yang menikmati hasilnya lebih besar adalah bandarnya. Tapi bagaimana lagi, mereka juga turut serta membantu pengiriman benur. Dan kami tetap fokus untuk mencari siapa bandarnya,” terangnya.

Kapolda arek Suroboyo ini menerangkan, beberapa kali Polda Jatim mengungkap dan menangkap pelaku kasus penyelundupan benur adalah ‘korban’ dari permainan bandar atau pengepul.Penyelundupan baby lobster ke luar negeri sama halnya peredaran narkoba. Keuntungan yang diperoleh sangat tinggi dan berlipat-lipat hingga mencapai miliaran rupiah. Namun, yang dinikmati pelaku suruhan hanya antara Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Sedangkan pengiriman ke luar negeri, bisa mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 260 ribu per ekor. @ridwan

Baca Juga :  Polres Malang Tangkap Maling Pembobol Toko Emas Pasar Dinoyo

print
(Visited 54 times, 1 visits today)

Shortlink: