Polres Pacitan Tebang Pilih, Tangkap Kurir Benur

Pacitan, BeritaTKP.Com – Seorang nelayan Karang Turi, Sumaji bin Susilo (47) di tangkap Polres Pacitan,  jum’at (15/7/2017) lalu karena menjadi kurir 1.800 ekor benur nelayan lainnya. Menurut keterangan dari Kepala Dusun Karang Turi,  Kirun,  Sumaji bukan lah pengepul atau eksportir,  dia hanya dimintai tolong warga nelayan lainnya untuk mengirim benur ke Prigi.setelah di tunggu hingga beberapa jam dari waktu yang di tentukan ada keterlambatan sehingga pada saat pihak pengepul dari prigi menghubungi Sumaji,ternyata yng menerima petugas dari Polres Pacitan. “Ketika perhitungan waktu tiba nya meleset,  juragan benur di Prigi telepon menanyakan kok belum sampai, ke nomor HP Suwaji,  tetapi yang mengangkat bukan Suwaji, melainkan Suwito dari Polres Pacitan, ” paparnya kepada Berita TKP.

Kirun menambahkan, “Anehnya, oknum polisi itu mengatakan  kalau urusan nya mau diselesaikan di suruh negosiasi dengan Kepala Desa berinisial RS.” Ungkapnya.

Dalam surat pemberitahuan kepada keluarga,  polisi menyangka Suwaji telah melanggar pasal 88 UU no. 31 tahun 2004  jo uu no 45 tahun 2009 tentang perikanan.Selama ini kebanyakan warga Nelayan Karang Turi bergantung pada Benur ”kalau benur yang di tangkap di batasi di bawah 200 gram seperti Permen Kelautan dan Perikanan, ini sangat memberatkan Nelayan karena juga tidak diperbolehkan untuk membudi daya Benur, untuk menunggu benur tumbuh menjadi Lobster juga di butuhkan waktu yang lama sehingga Benur berpotensi di makan Predator laut “ jelas nelayan yang tidak mau di sebutkan namanya.

Baca Juga :  Polsek Prigen Kecolongan Atau Memelihara Perjudian Sabung Ayam

Beberapa warga nelayan lain segera menempuh upaya musyawarah melalui wakil bupati, Drs.  Sumbogo dan Bupati Pacitan,  Drs. indartarto,  MM agar meyakinkan pihak Polres, bahwa persangkaan pasal dan UU itu tidak tepat. Kedua petinggi di Pacitan berjanji akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Polres Pacitan karena untuk menegakkan hukum di peairan pantai Pacitan di rasa tebang pilih karena banyak juga kapal Besar pendatang dari luar Pacitan yang lebih Extrim lagi dalam penangkapan di wilayah perairan Pacitan tidak di tindak seakan – akan ada pembiaran .

“Ibarat menembak nyamuk pakai rudal,  nelayan kecil disangka melanggar UU perikanan yang mestinya diberlakukan kepada nelayan dan kapal ikan besar yang potensi merusak biota laut secara struktural dan massif, ” kata Handaya Aji dari LSM AMPUH yang mendampingi nelayan. Menurut tokoh masyarakat dengan empat orang putra ini. “Polisi sebaiknya lebih adil jika memang mereka berpihak kepada kelestarian ekosistem bahari kita dengan mencegah kapal slerek menggunakan jaring bermata dibawah 2 inci,” tambahnya.

Tokoh nelayan lainnya dari desa Jethak,  Amat, menyatakan siap untuk menggerakkan ratusan bahkan ribuan nelayan lain untuk mencari keadilan. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Paguyuban Nelayan Cilik, Muhali,  bila mereka tengah melakukan langkah hukum ke MA dan atau MK terkait pemberlakuan SK Menteri Kelautan. “Sampai hasil proses pro yustisia kita inkraht,  memang tidak logis nelayan penjumput benur dipasal dengan UU perikanan.@Bakhtiar.

print

Incoming search terms:

  • nmr hp satreskrim pacitan
(Visited 58 times, 1 visits today)

Shortlink: