Klinik Kecantikan Tidak Berijin, Dinkes Tutup Mata

Surabaya, BeritaTKP.Com – Seseorang atau Lembaga dalam mendirikan usaha serta menjalankan tugas haruslah mempunyai Legal;itas dari Pemerintah maupun Induk Organisasi keprofesian seperti yang di lakukan Dr.Lies mempunyai sebuah Klinik Kecantikan di duga tanpa mengantongi surat ijin praktek berdasarkan temuan informasi di lapangan , Pada Hari Rabu 9 Agustus 2017 pukul 13.00 WIB bertempat di Kawasan Surabaya Timur tim BeritaTKP mengkonfirmasi soal legalitas perijinan praktek Dr.Lies. saat di amati adanya hal yang janggal, di lokasi tempat praktek tersebut tidak memampangkan serta mencantumkan  SIP (Surat Ijin Praktek) dari MENKES atau IDI.

Pada saat tim BeritaTKP mengkonfirmasi tentang kejanggalan surat ijin praktek, Dr. Lies tidak ada di tempat, langsung di temui oleh Dr. Indri (Dr. pengganti sementara) yang mengatakan bahwa Dr Lies sedang berada di Jakarta untuk  melakukan praktek . Dr.Lies juga menginformasikan kepada BeritaTKP ‘’ ya mas saya  datang balik ke surabaya hari Minggu’’ ketika di hubungi via Hp selulernya .

Pada saat proses klarifikasi sedang berlangsung,tanggapan dari Dr. Indri selaku Dr. pengganti tersebut malah bersikap kurang menyenangkan. Bahkan cenderung memperlihatkan raut wajah yang emosi, dengan perkataan yang mengisyaratkan seolah-olah mengusir team media,seakan – akan  menutupi informasi tersebut. dengan mengatakan “yang berhak datang kesini DinkeS ” ujarnya dengan nada ketus.

Baca Juga :  Sarang Peredaran Pil Koplo Di Lasem Demak, Aparat Penegak Hukum Jangan Tutup Mata

Namun  menurut UU No. 40 Thn 1999 Pasal 18 ayat 1 berbunyi barang siapa menghambat atau menghalangi tugas kejurnalistikannya di ancam denda Rp.500.000.000,- atau kurungan 2 tahun penjara. Yang berarti bukan hanya MENKES/IDI saja yang bisa melakukan klarifikasi di sana,termasuk anngota pers juga berhak mempertanyakan mengenai kelegalitasanya .Dan menurut Pasal 6 UU No.40 Thn 1999 tentang pers,peranan pers .

Karena Media sebagai control masyarakat juga sebagai sumber informasi yang mencari informasi sebenar – benarnya untuk di sampaikan kepada publik maupun intansi pemerintahan maupun kelembagaan terklait adanya penyimpangan yang di lakukan oleh perseorangan maupun golongan, masyarakat harus mengetahui tentang informasi apapun baik formal maupun nonformal.

Kemudian proses klarifakasi berlanjut,dan Dr. Indri mengatakan bahwa klinik Dr.Lies ini baru, dan tidak tahu menahu soal perijinannya. Karena Dr. Indri hanyalah dokter pengganti sementara Ujar Dr.indri, menurut Dr. Indri di perbolehkan praktik itu di lakukan meskipun surat ijin belum keluar karena masih dalam proses. Apakah itu di benarkan oleh IDI/MENKES?. Bersambung….. @RIC

print
(Visited 51 times, 1 visits today)

Shortlink: