Satreskoba Polrestabes Surabaya Tangkap Mantan Pelatih dan Dosen UPN

20160826062805gunawan1

2 pelaku saat dibekuk Satreskoba Polrestabes Surabaya

Surabaya, BeritaTKP.Com– Mengingat kasus Match Fixing (praktik pengaturan skor) di Divisi Utama Liga Indonesia 2013 lalu. Para penggila kulit bundar pasti mengingatnya. Lama tidak muncul, Gunawan justru keluar dengan tangan terborgol. Bukan karena kasus match fixing tetapi narkoba.

Pada kamis (25/08/2016) kemarin, menjadi peristiwa kedua bagi Gunawan ber urusan dengan polisi . Sebab, pria berusia 52 tahun asal Perumda Jenggolo Buduran Sidoarjo itu sebelumnya pernah ditangkap di Semarang dalam kasus yang sama yaitu narkoba. Namun kali ini, Gunawan dibekuk oleh Satreskoba Polrestabes Surabaya beserta barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1,28 gram.

Pada saat itu Gunawan dicokok di rumahnya pada Selasa (23/08/2016) pada pukul 18.30 Wib. Saat disergap dan digeledah, polisi menemukan sebuah pipet kaca yang masih tersisa sabu seberat 1,28 gram. Selain itu, sebuah tutup botol air mineral yang dimodif dengan sedotan, 2 buah korek api serta sebuah HP, turut disita dari rumah Gunawan.

“Setelah kita interogasi di TKP penangkapan, tersangka GNW (Gunawan, red) langsung kita keler. Hasilnya, pada hari yang sama, kita berhasil membekuk tersangka bernama CKP (Cukup, red),” ungkap Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Presetyo

Tersangka CKP (Cukup)  pria 41 tahun asal jalan Pogot Baru Surabaya itu dibekuk sekitar pukul 22.00 Wib dengan barang bukti 1 poket plastik berisi sabu seberat 0,66 gram dan berbagai alat hisap sabu serta HP. Yang mengejutkan, dia merupakan adik kandung dari salah satu mantan pemain sepakbola nasional yang cukup dikenal.

Baca Juga :  Baru Jadi Pengguna Sabu Ditangakp Di Kamar Kost

“Bahkan, dari pemeriksaan sementara tersangka CKP (cukup)  ini diduga kuat menjadi penyuplai narkoba jenis sabu kepada sejumlah pemain sepakbola. Namun, kami masih mendalaminya,” lanjut Kompol Anton Prasetyo.

Setelah diperiksa intensif, CKP (cukup)  akhirnya buka suara. Bahwa selama ini, dirinya tidak hanya menyuplai sabu ke sejumlah pemain sepakbola. Namun siapa pemesannya, (Cukup) akan tetap bisa melayaninya. Adalah Budi (50) warga Jalan Kalilom Lor Timur Surabaya, yang kemudian ditangkap atas dasar keterangan Cukup. Budi ditangkap karena terbukti menyimpan sabu seberat 0,44 gram.

Yang mengejutkan lagi, Budi diketahui berprofesi sebagai seorang asisten dosen di UPN Surabaya. “Semoga dengan terbongkarnya penyuplai narkoba ke sejumlah profesional, paling tidak kami sudah bisa mengurangi peredaran narkoba di kalangan mereka. Khususnya di dunia sepakbola nasional,” sebut Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Donny Adityawarman.

Secara terpisah.Donny menyebut, pihaknya sudah mengantongi sejumlah nama pemain sepakbola yang sering disuplai oleh Cukup. Namun, Donny masih enggan menyebut nama nama itu. Sebab, hal itu akan menjadi bahan penyelidikan selanjutnya. “Tapi karena TKPnya di Sidoarjo, maka setelah ini, prosesnya akan kita serahkan kesana (Polres Sidoarjo, red),” urainya.
Kendati begitu, Perwira Polisi asli Surabaya ini mengaku siap, jika nantinya pihaknya dimintai bantuan atau back up oleh Polres Sidoarjo. “jika dalam pengembangan kasusnya nanti teman teman Polres Sidoarjo membutuhkan bantuan kita, kita pasti siap,” tandasnya           @(Nando)

print
(Visited 35 times, 1 visits today)

Shortlink: