Kepala Desa Ngelumber Peras Warga Layak masuk Penjara

sssBojonegoro,BeritaTKP.Com- Banyak warga mengkeluhkan dengan adanya tindak-tanduk As’at selaku kepala desa ngelumber kec. Kepuhbaru kab. bojonegoro dalam selama menjabat kepala desa hingga sekarang, seharusnya tupoksi Tugas Pokok Fungsi selaku kepala desa sudah diatur dalam perundang-undangan sebagai mana mestinya, namun demikian,  As’at belum pernah berkontribusi karya  mensejahterakan warga pada desa yang dipimpinnya misal akses penghubung dusun yang terpantau rusak serta sulit untuk dilewati warga yang melakukan kegiatan dalam keseharian, pengairan yang belum begitu lancar untuk irigasi pada persawahan yang ada pada wilayah desa, kegiatan pelayanan terhadap publik yang kurang maksimal dalam pengurusan surat administrasi serta dalam keseharian-nya As’at tidak pernah ada dikantor desa dalam jam dinas kerja,

Lepas dari pelayanan kepala desa terhadap publik, banyak pula beberapa warga pemilik stand pasar yang juga diperas dengan alibi setiap pemilik stand ataupun gerai dipasar diharuskan membayar dengan budget yang dibandrol variatif sesuai letak dan lokasi strategis titik gerai yang disediakan,ada sekitar 55 stand yang baru di bangun yang sudah tertutup rolling door sekitar 13 stand dengan biaya 25 Rp juta .dan jika lokasi stand didepan dengan pintu rollingdoor pemilik wajib bayar mulai Rp.20 juta ada sekitar 22 stand. namun jika lokasi stand gerai didalam pasar yang tidak berpintu namun di bangun tembok maka pemilik stand pasar wajib membayar mulai Rp.10 juta sampai Rp.15 juta dan jika pemilik stand pasar tidak berkenan membayar maka pemilik stand ditakut-takuti dengan dalih “pembangunan sarana pasar tidak akan dilakukan yang kedua kalinya dan kesempatan renovasi gedung pasar hanya ada pada tahun 2016 tepatnya dimulai bulan maret hingga selesai.

Baca Juga :  Kades Sunat Raskin, Sembunyi Di Ketiak Gakin

Tindak-tanduk yang dilakukan oleh As’at selaku kepala desa ngelumber jelas bertentangan dengan perundangan tipikor Undang–Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, saat diklarifikas via Hp seluler “As’at mengakui dengan adanya renovasi pasar para pedagang dimintai uang sesuai strategis stand yang dimiliki oleh pedagang, dan seluruh para pedagang kita kasih bukti pembayaran untuk renovasi”, untuk kesimbangan pemberitaan terkait pungutan liar yang dilakukan oleh As’at selaku kepala desa,

Kasat Reskrim Bojonegoro AKP Sujarwanto saat di mintai  Stagement di  kantor nya terkait Pungutan Liar yang di lakukan oleh kades Ngelumber,tapi sayang AKP Sujarwanto di tidak berada di ruang kerja nya  ,,Bersambung Amrully   

print
(Visited 20 times, 1 visits today)

Shortlink: