Tolak PHK, Karyawan Pabrik Sepatu di Pasuruan Lakukan Demo

Pasuruan, BeritaTKP.Com – Karyawan pabrik sepatu yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kahutindo menggelar unjukrasa di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans (Disnakertrans), Jalan Ir Juanda, Pasuruan.

Sekitar 100 karyawan pabrik sepatu PT Sun Hyung Indonesia, yang berlokasi di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan tersebut meminta perlindungan dari tindakan perusahaan yang dinilai sewenang-wenang. Karyawan yang sebagian besar perempuan ini mendatangi kantor Disnakertrans dengan motor.

Mereka membawa belasan poster tuntutan dan langsung melakukan orasi begitu tiba di lokasi. Mereka menuding perusahaan sewenang-wenang karena memutus hubungan kerja (PHK) kepada 25 rekannya tanpa alasan jelas. “Selain melakukan PHK, perusahan juga mengancam karyawan lain yang membela temannya yang di-PHK,” kata Abdul Rosyid, salah seorang karyawan sekaligus peserta demo.

Abdul juga menjelaskan diancam akan diberhentikan jika terus-terusan minta agar puluhan rekannya itu dipekerjakan kembali. Pihak pabrik juga melarang karyawan berserikat. “Kami minta 25 teman kami dipekerjakan kembali. Mereka sudah bekerja di sana 5 -9 tahun,” tandasnya dan salah satu korban PHK yang ikut dalam aksi yakni Imron,mengatakan ia sangat kaget saat menerima PHK pada 31 Juli 2017. Padahal perusahaan tengah banyak permintaan produk. “Nggak ngerti kenapa di-PHK padahal banyak orderan,” katanya.Aksi ini dilakukan karyawan karena sudah beberapa kali melapor ke dinas atas PHK sepihak tersebut. Namun dari laporan tersebut, mereka menilai tak ada tindakan konkrit dari dinas.

Baca Juga :  Operasi Patuh Semeru 2017, Alami Peningkatan Pelanggaran Lalulintas

Sementara itu Plt Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan, Agus Hernawan, mengatakan pihaknya sebenarnya sudah tiga kali melakukan dialog dengan perusahaan berdasarkan laporan PHK tersebut, bahkan melibatkan pengawas dari Disnaker Jatim. Namun belum ada titik temu. Pihaknya akan menyurati ke Disnaker Jatim agar kembali menurunkan pengawas untuk melakukan upaya penyelesaian diantaranya memeriksa kontrak kerja antara karyawan dan perusahaan. “Karyawan juga bisa membawa kasus ini ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) agar segera mendapat kepastian hukum dan menemukan solusi,” pungkas Agus. Setelah mendapat jawaban dari Disnakertrans, para karyawan membubarkan diri. @tatak/nanda

print

Incoming search terms:

  • pekerja yang di phk lakukan demo
(Visited 28 times, 1 visits today)

Shortlink: