Oknum Honorer Satpol PP Kota Surabaya Cabuli Anak Dibawah Umur

Surabaya, BeritaTKP.Com – Polisi mengamankan seorang tenaga honorer Satpol PP Surabaya, hal tersebut dikarenakan honorer tersebut telah melakukan tindak asusila atau pencabulan terhadap anak dibawah umur, Honorer itu adalah Ahmad Syafii (36), warga alan Medokan Semampir Indah.

Syafii diamankan tidak sendirian melainkan bersama temanya yang berprofesi sebagai guru ngaji yakni Sunarto (35) yang tingga bersama Syafii, diketahui Rumah itu juga difungsikan sebagai tempat mengaji dan mereka berdua juga menjadi pengajarnya.

Dalam kasus ini ada 7 korban yang dicabuli kedua tersangka, mereka terdiri dari 5 anak laki-laki dan 2 anak perempuan namun dari 7 korban, baru 3 korban yang melapor dan kini Polisi masih menunggu laporan dari 4 korban lain diketahui semua korban masih di bawah umur.

“Kedua tersangka telah mencabuli murid ngajinya sendiri, Di tempat ngaji itu gurunya hanya 2 yakni kedua tersangka. Mereka membuka tempat ngaji yang muridnya adalah anak-anak warga setempat. Ngajinya Maghrib sampai Isya,” ungkap Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar.

Usai ngaji, para korban yang dipilih disuruh tinggal di tempat ngaji sementara yang lain diperbolehkan pulang. Alasannya, korban hendak diberi tambahan ngaji padahal yang terjadi adalah korban dicabuli, tiga korban yang melapor adalah dua anak perempuan berusia 15 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun.

Baca Juga :  Simpan Ribuan Pil Koplo di Almari, Warga Sidokare Debekuk Polisi

Salah satu korban bahkan sudah disetubuhi sebanyak 18 kali, Syafii adalah otak dari perbuatan itu, ia mencabuli semua korban berkali-kali sementara Sunarto hanya melakukan sekali bahkan dalam seminggu tersangka melakukan pencabulan sebanyak satu hingga dua kali.

Modus yang digunakan tersangka adalah selalu mengatakan kepada korban perempuan bahwa ilmu yang didapatkan tidak akan barokah jika tidak menuruti keinginannya. Dan juga mengancam akan mengeluarkan korban jika menolak keinginannya, sementara kepada korban laki-laki, tersangka melakukan pengancaman dengan mengatakan akan menyantet dan merobek-robek mulutnya jika tidak menuruti keinginan tersangka. Korban hanya menurut saja karena takut.

Kasus ini terbongkar saat salah satu korban melapor kepada orang tuanya karena sudah tak kuat dicabuli. Dari laporan orang tua korban, sementara tindakan tegas sudah diambil Satpol PP Kota Surabaya terhadap anggotanya yang melakukan tindak pidana.

Tindakan tegas diambil Satpol PP Kota Surabaya terhadap anggotanya yang melakukan tindak pidana. Seorang tenaga honorer dipecat karena terbukti melakukan perbuatan asusila. Pelaku sudah diproses dan ditahan polisi.

Plh Kasatpol PP Surabaya Rr Laksita Rini Serviani mengaku sudah memecat anggotanya sejak mendapat laporan dari kepolisian.”Sudah kami pecat per tanggal 30 Agustus 2017 lalu,” tegas Rini. Rini juga mengatakan pihaknya juga sudah memutus kontrak kerja pelaku dengan Satpol PP. “Sejak ditangkap dan diberitahu Polrestabes kami juga putus kontraknya sebagai tenaga honorer Satpol PP Kota Surabaya,” pungkasnya.  @red

print
(Visited 36 times, 1 visits today)

Shortlink: