Renovasi Pasar Induk Banyuwangi Tunggu ACC Kemendag RI

Banyuwangi Berita TKP com – Setelah sempat menuai kontroversi, rencana renovasi pembangunan Pasar Induk Banyuwangi, kini mulai direspon positif oleh pedagang. Hal itu setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Kabupaten Banyuwangi mengajukan lagi rencana itu ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI).

Kasi Pembinaan di Disperindag Banyuwangi, Suhernaji, kepada media ini membenarkan soal pengajuan kembali pembangunan pasar itu. Di pengajuan itu, pembangunan pasar sisi selatan seluas 10.550 meter persegi, pendanaannya diajukan melalui APBN. Sedangkan pasar sisi utara seluas 7.510 meter persegi, dananya akan dialokasikan dari APBD.

“Jika pengajuan dana untuk pasar sisi selatan disetujui, secara otomatis dana APBD untuk pembangunan pasar sisi utara juga akan dikucurkan,” paparnya.

Pengajuan pembangunan Pasar Induk Banyuwangi ini, kata Suhernaji, rencananya akan didesain dengan konsep tiga lantai. Pasar sisi utara dan selatan akan digabungkan menjadi satu. Sementara dibawahnya ada lorong jalan rayanya. Namun untuk persetujuan desain gambar itu, mutlak menjadi kewenangan pihak Kemendag. Jika riil proses pembangunan, para pedagang sementara waktu akan direlokasi di Gedung Wanita Paramita Kencana Banyuwangi.

Baca Juga :  Beacukai Pasuruan Musnahkan 2 Juta Rokok Ilegal Senilai Rp 1 Miliar

“Itu keinginan Disperindag dan Pemkab Banyuwangi,” tutur Suhernaji, yang intens melakukan sosialisasi kepada pedagang bersama kepala pasar induk Banyuwangi, Moch. Safii.

Untuk penataan pasar, sementara ini pihak Disperindag bersama kepala kantor pasar terus melakukan sosialisasi dan memberikan pembinaan kepada para pedagang. Selain itu juga menetapkan kepada para pedagang agar berjualan di sore hari yang dimulai pukul 16.00 WIB hingga jam 21.00 WIB. Sedangkan tempatnya juga sudah ditetapkan di area parkir pasar arah barat sampai sisi timur, dilanjut memutar di area parkir sebelah utara.

“Jika pengajuan ini disetujui, kita minta jangan lagi ada pro kontra lagi antar pedagang,” pungkas Suhernaji diamini Safii. (Aji)

print
(Visited 22 times, 1 visits today)

Shortlink: