PCNU Banyuwangi Laporkan Aktivis Kontroversi ‘M Yunus’

Banyuwangi Berita TKP com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Jawa Timur, akan melaporkan M. Yunus Wahyudi ke Polres setempat. Aktivis kontroversial ini dituding telah menghina marwah lembaga PCNU serta Kiai di Bumi Blambangan, melalui statemen di sejumlah media.

Disitu, aktivis asal Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi ini menyebut bahwa Ketua PCNU, serta sejumlah pengurusnya telah menerima aliran dana dari pengelola tambang emas Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Sejak dari jaman Indo Multi Niaga (IMN) hingga PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

Bahkan Yunus juga menyebut ada istilah ‘Kiai Perampok’ dilingkaran PCNU Bumi Blambangan.

“Saat ini kita lakukan kajian. Selanjutnya kita akan laporkan atas dugaan pencemaran nama baik. Baik perseorangan maupun secara kelembagaan,” ucap Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PCNU Banyuwangi, Misnadi SH, Senin (11/9/17).

Keputusan ini diambil setelah jajaran PCNU Banyuwangi, menggelar rapat koordinasi di kantor Sekretariat Jalan Ahmad Yani Banyuwangi. Baik Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali, Wakil Ketua H. Nanang Nur Ahmadi dan pengurus lainnya sepakat menyerahkan penanganan kasus ini kepada LBH PCNU.

Dikonfirmasi terpisah, M. Yunus Wahyudi, mengaku siap dilaporkan ke pihak berwajib. Karena dia yakin, statement nya adalah sebuah kebenaran.

“Ingat, penjara tidak akan menyurutkan semangat Yunus dalam memperjuangkan kebenaran,” tegasnya.

Namun Yunus membantah jika menyebut aliran dana mengalir ke PCNU Banyuwangi.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Sosialisasikan Peraturan Daerah Tentang Upaya Kesehatan

“NU kan untuk kemaslahatan umat. Ini oknum, bukan NU. Saya juga orang NU, saya juga pengurus Pagar Nusa,” lontarnya.

Sementara terkait istilah ‘Kiai Perampok’, Yunus juga berkelit. Dia mengaku dirinya hanya menyampaikan apa yang telah diucapkan oleh salah satu Kiai sepuh di Banyuwangi saja.

Pasca penahanan Koordinator demo berlogo palu arit, Heri Budiawan alias Budi Pego, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, Jawa Timur, Ketua Forum Solidaritas Banyuwangi (FSB), M. Yunus Wahyudi, makin getol mengkritisi tambang emas Gunung Tumpang Pitu. Menurutnya, tambang yang dikelola PT Bumi Suksesindo (BSI) ini bisa lancar beroperasi karena telah bagi-bagi ‘angpao’ kepada para petinggi pemerintahan.

Termasuk kepada Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, KH. Masykur Ali, serta para Kiai lainnya.

“NU itu dapat mulai masa Indo Multi Niaga (IMN) hingga sekarang jadi BSI. Tapi entah dikemanakan uangnya,” lontar Yunus, Minggu (10/9/17).

Tak berhenti disitu, Yunus juga menyebut tokoh NU lain yang menjadi penerima uang dari tambang emas di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tersebut, yakni NNA, asal Rogojampi dan AR dari Srono.

“Tapi entah uangnya dikemanakan. Tapi saat saya rapat dengan para Kiai, muncul istilah Kiai perampok,” katanya.

Tak berhenti disitu, sejumlah nama pejabat juga disebut oleh Yunus sebagai penerima aliran dana tambang. Diantaranya BK, mantan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dan NM, mantan Kapolres Banyuwangi.

Baca Juga :  Tasyakuran 4 Tahun HATI Mengabdi, Sarat Kemeriahan

Rentetan kejadian tersebut dinilai Yunus sebagai awal termarginalkannya warga sekitar tambang emas Gunung Tumpang Pitu. Yang belakangan justeru memakan tumbal si Budi Pego, koordinator demo yang disangka mengibarkan spanduk dan bendera berlogo palu arit.

“Seharusnya, jika aparat benar ingin mengungkap, kan mencari dalang demo nya dulu. Bukan malah menahan pendemo yang barang buktinya juga tidak ada sampai sekarang,” sergah Yunus. (Aji)

print
(Visited 28 times, 1 visits today)

Shortlink: