BNN Blitar Ringkus Dua Bandar Sabu Jaringan Lapas Madiun

Blitar, BeritaTKP.Com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Blitar berhasil membekuk Dua bandar sabu-sabu, kedua bandar yang dibekuk adalah KRS (54) warga Jl Sumbawa Kota Blitar dan WL (50) seorang wiraswasta yang juga warga Kota Blitar.

Diketahui Kedua bandar tersebut diketahui anggota jaringan Lapas Madiun, AKBP Agustiono selaku Kepala BNN Blitar juga menjalaskan bahwa penangkapan kedua bandar sabu-sabu ini merupakan hasil penyelidikan pihaknya bersama anggota Polres Blitar Kota.

“Kedua bandar ini sudah kami amati terus selama kurang lebih selama enam hari. Penangkapan kami lakukan awalnya ke KRS sekitar pukul 12.00 wib, Senin (11/9) di Jalan Bali Kota Blitar,” ujar AKBP Agustiono.

Dari penangkapan KRS, petugas lalu menuju tempat kostnya di Jl Maluku Kota Blitar, sekitar satu km dari lokasi penangkapannya. Dari dalam kamar kost tersangka, petugas menemukan 14 paket sabu-sabu Rp 5,6 juta. Selain menyita sabu-sabu total seberat 5,54 gram, petugas juga mengamankan dua buah HP, 1 pak plastik pembungkus sabu-sabu dan satu buah alat hisab.

KRS lalu dibawa ke Kantor BNN, dan hasil tes urinenya dinyatakan positif mengkonsumsi psikotropika. “Dari penangkapan awal ini lalu dikembangkan penyelidikan. Sore sekitar pukul 16.00 wib, dari pengakuan KRS dia mendapat barang haram itu dari WL di Perum Tanjungsari Kota Blitar,” jelas Agus.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Digerebek Saat Tidur Di Rumahnya

KRS saat ini statusnya bebas bersyarat atas hukuman pidana kasus yang sama pada tahun lalu. Pengakuan dua bandar ini, mereka mendapatkan sabu-sabu dari seorang napi narkoba berinisial HSN. “Pengakuan keduanya, mereka dapat barang itu dari HSN. Dia ini napi narkoba di Lapas Madiun. Dia berkomunikasi menggunakan HP mengendalikan transaksi narkoba di balik jeruji Lapas Madiun,” imbuh agus.

Lantaran begitu para bandar memesan sabu-sabu, dalam hitungan 30 menit, HSN sudah menentukan dimana barang itu bisa diambil. Mereka pakai sistem ranjau. Dan diduga stok barang itu sudah ada di Blitar, karena dalam waktu 30 menit, barang sudah tersedia dan bisa diambil sesuai kesepakatan mereka, Dalam sepekan kedua bandar ini mengaku rutin memesan sabu-sabu dari jaringan Lapas Madiun itu sebanyak dua kali. @frins

print
(Visited 16 times, 1 visits today)

Shortlink: