Mandiri Tunas Finance Sewa Oknum TNI AL Berseragam Lengkap Dengan Senjata Jadi Debt Collector

Surabaya, BeritaTKP.Com  – Seorang anggota TNI AL di duga telah menyelewengkan jabatanya sebagai tentara indonesia, dalam hal ini oknum TNI AL tersebut malah menyambi profesinya sebagai debt collector dan ia melakukan eksekusi mobil Konsumen yang terlambat bayar bahkan parahnya lagi eksekusi penarikan dilakukan dijalan raya dengan berseragam serta bersenjata lengkap dengan cara preman.

Kejadian itu bermula ketika Roni dan Ardian mengendarai mobil di jalan pahlawan Sidoarjo kira kira terjadi sekitar jam 16.00 kamis 14/09 17,saat santai mengendarai mobil Honda BRV nopol W 3 A milik H.Hasan tiba tiba dihentikan oleh salah seseorang yang memakai seragam TNI AL disertai senjata lengkap.

Dalam kasusu ini Oknum TNI AL diduga tak sendirian melainkan bersama pihak lain menghentikan laju kendaraan korban dan mengaku dari Mandiri Tunas Finance, tak hanya mengehentikan kendaraan korban bahkan oknum TNI tersebut meakuakan tindakan kekerasan dengan mencekik Roni dan yang lain memegang adrian temannya.

Hingga korban yang tak terima atas perlakuan tersebut, H.hasan bersama saudara dan teman temannya secara rame rame mendatangi mandiri tunas finance dijalan kendang sari tenggilis Surabaya untuk protes atas penarikan mobilnya yang tidak sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, ungakapnya.selain itu dia juga mengatakan bahwa telah terjadi penganiayaan kepada temannya yang membawa mobil terasebut.

Protes H Hasan bersama teman temannya didampingi tim investigasi YALPK (yayasan advokasi lembaga perlindungan konsumen) serta tabloid yalpk.com mendapat tanggapan serius dari Mandiri Tunas Finance dan segera mendatangkan oknum TNI AL tersebut yang bernama Parames yang masih aktif bertugas di Kesatuan TNI AL Karangpilang.

Baca Juga :  Awas, Ada Oknum Wartawan Jadi Beking Pekerjaan Proyek

Hingga H.Hasan dan saudara parames melakukan kesepakatan untuk mengeluarkan dan mengembalikan mobil tersebut kepada H Hasan,sesuai hasil kesepakatan H Hasan besrta saudara dan tim menunggu didepan kantor Mandiri Tunas Finance sampai soare hari tepatnya pukul 14.20 WIB juga belum dateng mobilnya.

Sementara itu dari pihak Mandiri Tunas Finance saat di kompirmasi tim investigasi yalpk.com dan YALPK (yayasan advokasi lembaga perlindungan konsumen) mereka memilih bungkam tidak bersedia memberi keterangan terkait oknum TNI yang di sewa untuk melakukan penarikan mobil saudara Hasan tersebut.

Sedangkan menurut saran dari Bapak Agus.S salah satu anggota kepolisian menyarankan untuk melaporkan kejadian ini kepada Komandan POMAL setempat.dan hal itu akan segera dilakuakan oleh tim, dan Tepat pukul 15.10 menit mobil saudara Hasan Honda BRV nopol W 3 A warna hitam sampai didepan kantor Mandiri Tunas Finance yang dikendarai oleh adrian salah satu korban penganiayaan atas eksekusi mobil tersebut.

Menurut keterangan adrian yang juga anggota kepolisian sidoarjo menjelaskan dia dipaksa bahkan dipukul oleh beberapa preman dan diduga ada oknum aparat juga yang membawa senjata,pengkroyokan tersebut dilakukan sekitar 20 (dua puluh) orang pungkasnya.serta kejadian ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian serta sudah divisum tambah salah satu teman adrian.

Selain itu menurut korban bahwa di dalam mobil tersebut didalamnya terdapat uang sebesar Rp. 10 Juta saat kejadian perampasan mobil tersebut dan saat itu korban lupa untuk mengambil uangnya, namun uang 10 juta yang raib saat mobil tersebut kembali ke tangan korban, hingga saat ini oknum TNI AL maupun dari pihak mandiri tunas finance tidak mau komentar terkait uang 10 juta yang raib di dalam mobil tersebut H.hasan selaku pemilik mobil meminta kepada LBH-YALPK agar hal ini segera dilaporkan ke Pomal Garnisun dan kepolisian.

Baca Juga :  Satrio Marketing Pemasaran Konter Pelihara Para Penipuan Undian Berhadiah

Saat di konfirmasi melalui telepon seluler, Edy selaku ketua YALPK (yayasan advokasi lembaga perlindungan konsumen) menjelaskan bahwa pihak finance telah melakukan kesalahan yang sangat patal dan oknum yang di sewa untuk melakuakn eksekusi mobil bisa dijerat dengan undang-undang berlapis.

“Apalagi Oknum tersebut masih aktif dinas dengan seragap TNI ini sunguh memalukan korp TNI yang dibanggakan masyarakat indonesia. Apalagi dengan melakukan kerja kotornya ini oknum tersebut dilengkapi senjata hal ini bisa dan akan segera diadukan peristiwa ini ke korp nya GARNISUN serta POMAL,” uajr edy. @red

print
(Visited 37 times, 1 visits today)

Shortlink: