Polisi Grebek Tempat Pengolahan Hasil Tambang Emas Liar

Jember, BeritaTKP.Com – Anggota polres Jember berhasil mengetahui keberadaan Sebuah tempat pengolahan hasil tambang emas ilegal di Dusun Gumukjati, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, bahkan dalam hal ini polisi juga menggerebek tempat pengolahan hasil tambang emas ilegal tersebut.

Dari Pantauan di lokasi, rumah tersangka berada di sisi utara Gunung Manggar yang memang sering dilakukan penambangan secara liar. Kusworo menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terkait hasil ungkap tempat pengolahan hasil penambangan emas ilegal ini. Termasuk melakukan penyelidikan di mana lokasi penambangannya.

Diketahui bahwa nama pemilik tersebut yakni Sudiyan (44), Lokasi tambang dengan rumah tersangka bersebelahan hingga Tersangka ditahan dengan barang bukti emas mentah seberat 67 gram, emas jadi hasil olahan seberat 2 gram, dua timbangan elektrik, delapan buah mesin gelondong emas, sebuah mesin pembakar olahan emas, satu botol kecil air raksa, sebuah kanebo serta timba plastik Dan uang hasil penjualan tambang emas Rp 35 juta.

Selain mengamankan pemilik, polisi juga menyita sejumlah bongkahan tanah yang terdapat emasnya sebagai barang bukti. AKBP Kusworo Wibowo selaku Kapolres Jember menjelaskan bahwa Pengolahan hasil tambang ini tak memiliki izin sama sekali dan memang tempat pengolahan tersebut tempat pengolahan tambang ilegal.

Baca Juga :  2 Remaja Jambret Di Amuk Massa

AKBP Kusworo Wibowo menambahkan penggerebekan dilakukan saat tersangka melakukan aktifitas pengolahan emas dan saat petugas datang, tersangka tidak bisa menunjukkan surat izin pengolahan hasil tambang dan dari lokasi pengolahan, polisi menemukan sekitar 8 mesin gelondong untuk menghancurkan tanah yang di dalamnya terdapat kandungan emas.

“Kita usut terus. Sebab yang kita gerebek ini kan tempat pengolahannya. Kita akan kembangkan di mana lokasi penambangannya. Ini petugas masih terus melakukan lidik di lapangan, dan apa yang dilakukan tersangka melanggar pasal 161 UU RI no 4/ 2009 tentang pertambangan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda Rp 10 miliar,” tandas Kusworo.

Sementara itu Tersangka Sudiyan kepada polisi mengaku pengolahan hasil penambangan itu baru ditekuninya sekitar tiga bulan terakhir. Kegiatan itu dilakukannya sendirian. “Baru tiga bulan, saya olah sendiri dengan perlengkapan yang ada ini,” akunya. @ridwan

print
(Visited 14 times, 1 visits today)

Shortlink: