Rugikan Negara, SMAN 2 Bangkalan Raup Untung

Bangkalan, BeritaTKP.Com – ketenangan dan kenyamanan dalam menggali ilmu dunia pendidikan pada tingkat sekolah menjadi tanggung jawab bersama bahkan pemerintah  pendidikan mempioritaskan sarana prasarana guna lancarnya aktifitas kegiatan belajar-mengajar ditiap sekolah pada kota besar ataupun tingkat sekolah pada perdesaan.

Kendati demikian, untuk menunjang terwujudnya sarana prasarana pada tingkat sekolahan SMA se-nasional Pemerintah mengge-lontorkan anggaran yang bersum-ber pada APBN, secara global anggaran tersebut hingga menca-pai taraf triliyun rupiah. Dalam mekanisme pelaksanaan penggu-naan anggaranpun mengacu pada juklak dan juknis serta perun-dangan yang ditetapkan oleh pemerintah pendidikan.

Saat ditemui awak media, Syakur selaku kepala sekolah SMAN II menghindar tanpa alasan hingga muncul Behar selaku kabag TU mengulaskan mekanisme terkait pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung tiga ruang kelas yang sebelumnya konfirmasi ditujukan kepada kepsek SMAN II. anggaran bersumber pada APBN sangat kurang dan minim yang turun pada sekolah kita Rp.600.000.000 teralokasi untuk bangunan 3 ruang kelas , karena bahan material sekarang mahal belum juga ongkos tukang dan kuli, bahkan untuk keramik dan bingkai jendela ditunjang oleh anggaran pribadi bapak Syakur selaku kepala sekolah, ujar Behar sembari menunjukan buku juklak.

Baca Juga :  PT Rajawali Prima Indonesia Perusahaan Rampok Berkedok Lowongan Kerja

Tidak dipungkiri, bahwa Pelaksanaan Pengerjaan bangu-nan secara abal-abal dengan merekrut pekerja yang asal-asalan bisa menyerap anggaran yang begitu besar bahkan bisa dikata-kan pemborosan anggaran hingga pelaksanaan pengerjaan pemba-ngunan gedung ruang tiga kelas belum terlihat mencapai 60% padahal dari masa kerja yang ditetapkan 90hari mulai tanggal 01 juli – 30 september hingga sekarang hanya tersisa 14hari masa kerja.

Behar selaku kabag TU meng-elak, apabila masyarakat menga-takan bahwa pembangunan gedung dianggap bangunan proyek, serta Behar menjawab secara tidak obyektif saat bebe-rapa pertanyaan terkait pelaksa-naan pengerjaan pembangunan gedung tiga ruang kelas diutara-kan oleh awak media, tidak adanya plakat pekerjaan terpasang (seca-ra terbuka pada publik), terindi-kasi molor pelaksanaan penger-jaan oleh mekanisme asal-asalan.

Kesimpulan dari hasil konfir-masi, pada pihak sekolah seakan tidak bertanggung jawab secara signifikan apabila terjadi perihal yang tidak diharapkan, terindikasi pemborosan anggaran APBN merupakan tindakan merugikan Negara, namun workshop yang diadakan dan diagendakan untuk di ikuti oleh seluruh kepala sekolah yang mendapat kucuran bersum-ber pada anggaran APBN juga tidak ditaati serta sosialisasi materi juklak/juknis terkategori tidak masuk secara intens pada syakur selaku kepala sekolah SMAN II Bangkalan. Bersambung…….. @Syamsul

print
(Visited 18 times, 1 visits today)

Shortlink: