Tragis….!! Tewas Dalam Proyek, Polres Tutup Mata

Bangkalan,BeritaTKP.Com – Penyelenggaraan serta pelaksanaan program nasional dalam era globalisasi selalu mengacu pada aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, adapun sanksi yang juga ditetapkan apabila pihak jajaran pemerintahan, jajaran kepolisian ataupun pihak terkait baik langsung maupun tidak langsung menciderai serta melanggar undang – undang yang ditetapkan.

kelalaian yang terjadi hingga mengakibatkan tewasnya seorang pekerja tertim-bun longsor, pada pelaksanaan pekerjaan proyek pertambangan yang bergerak pada aktifitas pemerataan lahan tanah dengan luas berkisar 2Ha dialih fungsikan menjadi pengerukan yang mengakibatkan terjadinya longsor sabtu siang 13:00 19/08/2017, namun perihal ini masih menjadi misteri disebabkan banyak instansi terbungkam dan tutup mata. Usai dikonfirmasikan oleh beberapa warga morkoneng pada instansi terkait.

Proyek tersebut Terindikasi bahwa ijin pelaksanaan proyek pada desa morkoneng kecamatan Kwanyar tidak lengkap alias proyek bodong. Serta buah bibir pembicaraan warga setempat yang mengarah pada ketegasan dan tanggung jawab kepala desa morkoneng tidak pernah di tanggapi secara obyektif.

Mendapati info, dari beberapa warga yang mengadukan pada kantor redaksi BeritaTKP. Secara terpisah, awak BeritaTKP me-ngembangkan informasi publik serta mengkonfirmasi instansi terkait dengan adanya pelaksanaan pekerjaan  proyek bodong berha-rap adanya jawaban signifikan dari pihak kepala desa morkoneng, instansi terkait, pemilik proyek, serta pihak aparat polsek dan polres bangkalan guna keleng-kapan pemberitaan.

M.Zainul selaku kades morko-neng Mengatakan, bahwa pelak-sanaan pekerjaan proyek penge-rukan lahan sudah berjalan dalam kurun waktu empat bulan namun ijin dan referensi dari pihak instansi terkait tersebut tidak pernah ditunjukkan pada saya bahkan warga sayapun dilarang oleh pemilik proyek apabila ikut cam-pur dalam pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut, ungkap M.Zainul selaku kades morkoneng keca-matan kwanyar mengimbuhkan apabila desa dan warga membu-tuhkan tanah untuk pengurukan maka seluruh warga desa saya himbau agar mengambil tanah pengurukan pada lokasi diluar wilayah desa morkoneng.

Baca Juga :  Eko Warga Tambak Wedi Masjid 3 Tukang Tipu, Akan di Polisikan

Secara terpisah, pelaksanaan pekerjaan proyek yang saya pimpin tidak pernah melanggar undang – undang yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan apabila pihak instansi terkait ataupun pihak jajaran pemerintah meng-cek dan ricek ijin operasi, HO,Amdal serta ijin – ijin yang lain saya persilakan, bahkan jika memang proyek saya melanggar ketentuan undang-undang terse-but saya selaku pemilik pelak-sanaan pekerjaan proyek siap menerima sanksi yang diberikan bahkan bupatipun tidak berhak melarang proyek pengerukan di bangkalan, ungkap Mursali selaku pemilik proyek berdomisili di desa.tanah merah.

Mursali berharap, pihak manapun yang mengkonfirmasi tentang pelaksanaan pekerjaan proyek saya pada desa morko-neng agar menanyakan lebih dulu pada pihak kepolisian khususnya divisi kasatreskrim dikarenakan demi terlaksananya proyek-proyek saya pada kabupaten bangkalan,  hingga terjadinya kecelakaan yang menewaskan operator bego bernama Mat Romli warga desa Jeboni Kec.Galis . saya selalu koordinasi dengan kasatreskrim serta beberapa rupiahpun saya gelontorkan pada kasatreskrim, imbuhnya.

Dengan adanya korban jiwa yang tewas pada pelaksanaan proyek dilahan seluas 2Ha pada desa morkoneng sayapun juga sudah memberi santunan berkisar Rp.300.000.000 pada pihak kepolisian untuk dimediasi pada pihak keluarga korban yang tewas pada jam kerja, apalagi korban yang tewas a/n mat romli warga desa jeboni kec.galis masih keluarga H.karimun pemi-lik bego.

Dalam pengembangan infor-masi pihak wartawan mengkon-firmasi pada AKP Yanto selaku kapolsek Kwanyar terkait tidak adanya garis police line pada area lahan terjadi tewasnya operator bego serta tidak adanya sanksi berat yang diberikan pada pemilik proyek dikarenakan melakukan kelalaian pekerjaan hingga menyebabkan hilang nyawa seseorang. Namun, AKP Yanto justru mengarahkan agar awak media langsung menanyakan pada pihak kasatreskrim polres bangkalan.

Baca Juga :  Kades Dan Pelaksana Abaikan, Perlambat Program Kerja Pembangunan

Kendati demikian, referensi dari AKP Yanto selaku kapolsek yang mengarah pada kasatreskrim polres bangkalan tidak digubris. Hingga seluruh jajaran awak media meng-indikasi bahwa perihal perkara yang menjadikan tewasnya nyawa seseorang sudah dikondisikan secara konspirasi dan seluruh jajaran aparat polres bangkalan seakan tutup mata.

Mengacu pada UU No.2 Tahun 2002 tentang kepolisian dan KUHP tentang kelalaian pekerjaan hingga menyebabkan tewasnya nyawa seseorang, maka dengan berharap adanya jawaban obyektif yang signifikan dari instansi terkait serta polres bangkalan. awak media dan LSM akan menaikan perihal perkara ini pada Pemprov dan Polda Jatim.    Bersambung…… @Syamsul A.


 

print
(Visited 47 times, 1 visits today)

Shortlink: