Sadis, Waria Nekat Bunuh Kenalan Lantaran Menolak Saat Diajak Berhubungan Intim

Jember, BeritaTKP.Com – Seorang waria di malang, Fikko Ariyanto (22)alias Febby di tangkap polisi atras dugaan pembunuhan yang telah dilakukan oleh kenalannya yang berkenalan di media sosial facebook, hal ini dilakukan oleh pelaku lantaran korban tidak mau diajak berhubungan intim oleh pelaku.

Pembunuhan tersebut terjadi pada pertengahan Mei 2017 lalu di rumah yang dikontrak pelaku di Dusun Semboro Lor, Desa/Kecamatan Semboro namun jasad korban, Andri Trisnanto (21), warga Malang baru ditemukan, Jumat 22/9/2017.

jasad korban tinggal kerangka dan di kerangka itu juga ditemukan genteng (atap rumah) yang diikat ke tubuh korban dengan tali rafia dan  kuat dugaan, genting itu dipakai pemberat agar tubuh korban tenggelam ke dasar sumur korban ditemukan pemilik rumah yang sedang bersih-bersih rumah .

Hingga akhirnya polisi langsung melakukan lidik dan hasilnya, kuat dugaan kerangka manusia itu merupakan korban pembunuhan, pelakunya mengarah ke tersangka sebagai orang terakhir yang mengontrak rumah yang menjadi lokasi kejadian, Tak perlu waktu lama, dalam waktu 2×24 jam setelah jasad ditemukan tersangka Fikko alias Febby berhasil diringkus.

Waria yang juga membuka bisnis salon itu ditangkap di sebuah tempat di Kecamatan Klakah, Lumajang. Meski pelaku mengaku bahwa identitas korban adalah Andri Tristanto, namun Kapolres Kusworo mengaku masih akan melakukan tes DNA untuk memastikannya.

Baca Juga :  Setubuhi Gadis ABG Sebanyak 4 Kali, Warga Sobontoro Dipolisikan

Korban dan pelaku awalnya berkenalan melalui media sosial facebook dan dari perkenalan itu, keduanya sepakat untuk bertemu, sekitar bulan Mei lalu, korban datang dan bertemu dengan pelaku di salon miliknya di kawasan Semboro namun dalam pertemuan itu, korban kecewa setelah mengetahui pelaku adalah seorang waria.

Meski kecewa karena tersangka ini adalah seorang waria, korban tetap menginap semalam di salon milik tersangka, Keesokan harinya, korban diajak ke rumah kontrakan pelaku. Di rumah itu sekitar pukul 12.00 WIB, korban dipaksa menelan 12 butir pil dextro, dalam hal ini korban sempat diajak berhubungan badan oleh pelaku, tapi korban menolak.

Karena sudah bernafsu, pelaku kembali memaksa korban menelan 12 pil dextro sekaligus minum arak, akibatnya, korban mabuk berat dan saat korban teler, wajahnya dibekap menggunakan bantal hingga tak sadarkan diri selanjutnya, korban diseret pelaku hingga ke pinggir sumur Kemudian, tubuh korban diikat dengan tali rafia yang sudah dibebani 6 buah genteng atap rumah kontrakan tersebut, setelah itu korban dimasukkan ke dalam sumur dan bagian atas sumur ditutup dengan anyaman bambu.

Usai melakukan aksi kejinya itu, tersangka tidak langsung pergi, ia masih tinggal sekitar 2 bulanan, sebelum akhirnya pergi meninggalkan kontrakan, tanpa pamit kepada pemilik rumah, tak hanya itu pelaku menggadaikan sepeda motor Honda BeAT milik korban kepada tetangga kontrakan sebesar Rp 1,5 juta. @rdwn

Baca Juga :  Makelar Tanah Jadi Buron Setelah Gelapkan Uang Rp 5 Miliar

print
(Visited 47 times, 1 visits today)

Shortlink: