Dinkes Mojokerto Tutup Toko Pengecer Obat Tanpa Izin

Mojokerto, BeritaTKP.Com  – Petugas gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama dengan Satnarkoba Polres Mojokerto melakukan razia obat obata terlarang, Dari razia tersebut, petugas mengamankan ribuan butir obat daftar K atau obat keras serta belasan jenis obat racikan yang tak sesuai prosedur.

Tak hanya itu petugas juga menutup tiga toko obat karena menjual obat keras tanpa izin, hal ini dilakuakan dengan tujuan kegiatan tersebut untuk mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Ketiga toko obat yang di tutup tersebut dicurigai menyediakan obat ilegal. Yakni toko obat di Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari. Sejak tahun 2016, izinnya telah dicabut karena tidak dilengkapi dengan petugas asisten apoteker tapi pemilik berdalih menghabiskan stok lama.

“Kita berikan sanksi teguran tertulis untuk menutup toko obat tersebut sebelum mengantongi izin. Dari toko obat ini, kami menyita sebayak 32 jenis obat keras dari berbagai merek dengan jumlah ribuan butir serta belasan jenis obat racikan yang tak sesuai prosedur,” ungkap Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), Dinkes Kabupaten Mojokerto, Ulum Rokhmad.

Selanjutnya toko obat kedua Jalan Raya Pacet Desa Petak, Kecamatan Pacet yang juga tak memiliki izin. Saat dilakukan pemeriksaan di tempat penyimpanan, petugas menemukan 13 macam obat kemasan racik dengan jumlah ribuan butir. Obat tersebut dikemas dalam satu plastik yang diisi berbagai jenis pil maupun kapsul dan siap jual.

Baca Juga :  Pemerintah Akan Pulangkan 9 Ribu TKI Jatim Bermasalah

Pemilik toko mengakui bahwa dirinya sendiri yang melakukan atas dengan alasan permintaan pembeli. Seperti obat pegel linu, sakit gigi, dan lain-lain. Disini kita temukan 5 jenis obat keras dan 3 macam obat racikan, ini semua kita sita. Seharusnya peracikan obat dilakukan setelah mendapat perintah dokter,

Dalam hal ini di duga ada kemungkinan racikan obat tidak benar dan tanpa pemberitahuan risiko-risikonya. Karena diduga pemilik bukan semata bertujuan untuk kesehatan, tetapi lebih karena mencari keuntungan. Sehingga secara hak dan kewajiban melanggar tentang distribusi dan penyalahgunaan obat.

petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama dengan Satnarkoba Polres Mojokerto menghimbau kepada masyarakat untuk membeli obat di apotek maupun toko obat yang resmi. Karena obat daftar K hanya boleh dijual di apotek resmi saja, sedangkan toko obat hanya boleh menyediakan obat bebas dan bebas terbatas dengan logo warna hijau dan biru. Jumlah apotek yang terdaftar di Dinkes sebanyak 81 unit yang tersebar di 18 kecamatan. @ariwan

print
(Visited 8 times, 1 visits today)

Shortlink: