Komisi E DPRD Jatim Antisipasi Bencana Banjir Dan Longsor Untuk Mengurangi Resiko Korban Jiwa

1111111111Surabaya.BeritaTKP.Com – Kamis 29 september 2016, Untuk mengantisipasi bencana banjir yang ada di Wilayah Jawa Timur Komisi E telah minta semua pihak terutama Intansi terkait yang berhubungan dengan bencana dan penanggulangan di tingkat Provinsi maupun daerah tingkat Kabupaten atau Kota untuk segera mempersiapkan langkah – langkah konkrit dengan tindakan spesifik turun di lapangan agar bencana yang terjadi bisa terdeteksi lebih awal.

Dr.Benyamin Kristianto,MARS. Aggota Komisi E dari Fraksi Gerindra ini sangat peduli dengan masalah sosial  yang berdampak pada kelangsungan hidup apalagi tentang bencana Alam yang sampai memakan korban jiwa seperti yang terjadi di tahun – tahun sebelumnya , seperti  yang  terjadi di kabupaten Pacitan dan Ponorogo yang rawan longsor. Jember, Bondowoso ,jombang ,Pasuruan ,Sampang,Bojonegoro,Lamongan, dan Gresik daerah yang rawan banjir. Dr.Beny sapaan akrab di kalangan media telah mengatakan ‘’Bentuk koordinasi yang solid antara BPBD,Dinas Sosial ,Basarnas,Tokoh Masyarakat, dan Kepala Daerah di Tingkat Provinsi sampai Tingkat Kabupaten harus sinergi dan berkesinambungan agar terciptannya wilayah yang bebas dari bencana dan cara penanggulangan yang efektif demi mengurangi resiko korban jiwa’’ begitu terangnnya.

Baca Juga :  Berantas Fenomena Pelajar Mengendarai Motor

Dia juga menambahkan tentang dampak psikologis dari korban yang kehilangan tempat tinggal serta penyakit korban bencana banjir dan tanah longsor seperti penyakit kulit dan diare serta dehidrasi maka di perlukan solusi yang baik dan untuk tempat penampungan pengungsi seyogyany tersedia dengan baik dan penyediaan logistik tentang bantuan tersalurkan dengan baik ‘’ dalihnya.

Adapun untuk urusan kesehatan yang terjadi di daerah terpencil seperti daerah perbukitan dan daerah kepulauan yang akomodasi transportasinya terbatas supaya pemerintah untuk menyediakan sarana pengobatan yang tercukupi dengan membangun puskesmas type 3 yang menyediakan rawat inap dan igd 24 jam untuk kecamatan terpencil dan menugaskan beberapa tenaga medis yang ahli dan dokter spesialis untuk penanganan pertama dan sebagai tempat rujukan agar di 3 kabupaten terdekat terdapat Rumah Sakit type 1 agar cepat tertangani dengan baik dan tertolong jiwanya .begitu Dr. Beny menjelaskan.@ Nur Alim.

print
(Visited 19 times, 1 visits today)

Shortlink: