koramil 0830-01 Kerembangan Surabaya Adakan Nobar G 30s/PKI Bersama Warga

Surabaya, BeritaTKP.Com – Dua hari menjelang 53 tahun peringatan pengkhianatan pki atau yang lebih di kenal dengan gerakan 30 september/pki (g 30 s/pki) komandan koramil 0830-01 Kerembangan Surabaya,  Mayor czi muhammad luthfi, SE dengan warga Tambak asri mengadakan acara nonton bareng film g 30s/pki.

“Hal ini bertujuan untuk mengenang perjuangan pahlawan revolusi yang gugur pada malam 30 september 1965. Selain itu juga supaya generasi muda khususnya para remaja memiliki rasa nasionalisme yang tinggi,dan juga lebih mengenal sejarah bangsa,” ujar Mayor czi muhammad luthfi, SE

G 30s/pki sendiri adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 ketika tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi),Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi),Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan),Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen),Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik),Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat),Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan dia, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Baca Juga :  Ternyata Banyak Kandungan Bebahaya Dalam Air Sungai Di Surabaya, Pemancing Harus Lebih Waspada

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena),Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta),Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta @ Rck

print
(Visited 34 times, 1 visits today)

Shortlink: