Dalam Rangka HUT Polantas Ke-62, Satlantas Polres Banyuwangi Luncurkan 3 Inovasi Layanan

Banyuwangi, BeritaTKP.Com – Polres Banyuwangi meresmikan tiga inovasi unggulan di bidang kelalulintasan yang diluncurkan dalam Apel Besar HUT Polantas ke 62 di halaman Mapolres Banyuwangi, Senin (2/9/17). Apel ini dipimpin langsung Kapolres Banyuwangi, AKBP. Agus Yulianto dan diikuti segenap anggota Polantas dan anggota Polres.

Ketiga invonasi itu adalah Samsat Coffe Night, Samsat Gandrung dan Ora Kepaling (tidak tersesat). Samsat Coffe Night adalah pembayaran pajak kendaraan dimalam hari yang dipusatkan di tempat nongkrong anak muda di malam hari.

“Tahap pertama kami tempatkan di Café Oseng Deles. Jadi masyarakat bisa ngopi sambil membayar pajak kendaraan,” ujar Kasatlantas AKP. Ris Andriyanto Nugroho, SIK.

Sedangkan Samsat Gandrung adalah layanan pembayaran pajak on call. Pelayanan ini dilengkapi sepeda motor yang mobile setiap saat. Masyarakat yang akan membayar pajak minimal 10 orang bisa menghubungi operator Samsat Gandrung yang akan segera meluncur memberikan pelayanan.

Sedangkan Ojo Kepaling adalah perpustakaan keliling berkaitan dengan lalu lintas yang akan ditempatkan di Polsek Genteng. Ojo Kepaling ini berupa sepeda motor roda tiga yang dimodifikasi menjadi perpustakaan lengkap dengan buku-buku yang dibutuhkan masyarakat. Seperti buku-buku tentang pengetahuan umum, keselamatan berlalu lintas dan pengetahuan tentang ujian pembuatan SIM.

Baca Juga :  Audisi Duta Lalulintas Polres Malang 2016

“Kami Polantas di Polres Banyuwangi senantiasa menjunjung tinggi loyalitas dan tanggung jawab serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ungkap AKP. Ris Andrian Nugroho.

Sementara itu Kapolres AKBP. Agus Yulianto membacakan pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian, berpesan agar Korp Lalu Lintas dapat mengevaluasi segala kekurangan dan pencapaiannya selama ini. Sebab, Korp Lalu Lintas Polri adalah bagian dari Polri yang menyentuh langsung ke masyarakat.

Tito mengakui bahwa satuan lalu lintas masih memiliki stigma negatif di masyarakat. Oleh karena itu, Tito berharap ke depannya satuan lalu lintas terus memperbaiki kinerjanya.

“Banyak istilah polisi jigo masih ada, konotasi negatif publik masih ada, suka tidak suka image negatif masih ada,” katanya. (Aji)

print
(Visited 29 times, 1 visits today)

Shortlink: