Polisi Ciduk Koruptor Dana Ternak Sapi Buronan Dua Tahun

Madiun, BeritaTKP.Com – Kasus berawal dari, kelompok ternak Taruna Jaya mengajukan proposal melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Madiun ke Ditjen Peternakan. Kemudian, melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Ditjen Peternakan dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 31097/Kpts/PD.410/F/10/2008, kelompok penerima ternak sapi brahman cross tahun 2008 mendapatkan dana bantuan sosial sebesar Rp 625 juta.

Dana tersebut disalurkan sesuai rencana usaha kelompok (RUK) antara lain untuk pembelian 50 ekor sapi, biaya keluh, pakan hingga pelatihan. 50 ekor bibit sapi tersebut dipelihara oleh kelompok anggota.Namun, anggota kelompok harus membuat surat perjanjian dengan ketua kelompok. Dimana, dalam perjanjian tersebut anggota kelompok harus memberikan kontribusi sesuai kesepakatan.

Uang kontribusi yang digunakan untuk pengembangan pembibitan ternak sapi brahman itu dikumpulkan kepada bendahara kelompok ternak, Hariyanto dan berhasil terkumpul sebesar Rp 132,85 juta. ‘’Uang itu terkumpul antara tahun 2009 sampai 2012,’’ jelasnya.

Dalam perjalanannya, Hariyanto malah menggunakan dana kontribusi itu untuk kepentingan pribadinya. Sehingga, program pengembangan pembibitan ternak sapi brahman tidak berhasil. Selain itu, Hariyanto telah menjual tiga ekor induk sapi brahman milik kelompok seharga Rp 24 juta. Sehingga, hasil audit BPKP tahun 2015 terdapat kerugian negara sebesar Rp 156,85 juta.

Atas hal tersebut akhirnya ia dilaporkan dan kabur hingga statusnya dijadika Daftar Pencarian Orang (DPO), dan setelah dua tahun menjadi buronan Hariyanto (44), tersangka tindak pidana korupsi dana ternak sapi Brahman Cross Ex Impor berhasil ditangkap oleh Tim Unit Tipikor Polres Madiun di Pekanbaru.

Baca Juga :  Kurun Tahun Ini Banyak Penurunan, Jumlah Uang Yang Diselamatkan Kejati Jatim

Hingga sejak statusnya menjadi tersangka dan sudah melarikan diri sejak dua tahun silam hingga petugas berkoordinasi dengan pihak polsek dan polres setempat sampai akhirnya berhasil menangkap tersangka.

Berdasarkan dari keterangan para saksi, semua menjurus ke Hariyanto, Pria asal Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun yang saat itu menjabat sebagai bendahara kelompok ternak Taruna Jaya. Statusnya sebagai saksi lantas dinaikkan menjadi tersangka. Namun, tersangka mengabaikan panggilan penyidik.

Selanjutnya Pihak kepolisian kemudian mendatangi Kades Doho untuk membuat surat keterangan bahwa Hariyanto tidak berada di tempat dan dari surat keterangan itulah yang menjadi dasar penerbitan daftar pencarian orang.

Hingga akhirnya Pria asal Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun ini dibekuk oleh Tim Unit Tipikor Polres Madiun di Pekanbaru, Riau dan Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 8 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Junto UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, untuk sampai saat ini petugas masih terus menyelidiki kasus ini lebih dalam. @haryono

print

Incoming search terms:

  • Dari sukodono panceng gresik ke bandara juanda
(Visited 60 times, 1 visits today)

Shortlink: