Antisipasi Sewa Lahan Jalur Trem, Pemkot Surabaya Siapkan Dana Rp 18 Miliar

Surabaya, BeritaTKP.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan rencana lelang dengan melibatkan akademisi dan lembaga tertentu hal itu dilakukan setelah mengalihkan pembiayaan proyek trem dengan dana swasta.

Bahkan dalam hal ini pemerintah kota surabaya menyiapkan anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk mengantisipasi sewa lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) jika BUMN ini tak mau lagi bekerjasama untuk trem, “Saya akan bicara dulu dengan KAI, kita akan bicara dulu bagaimana kelanjutannya. Kalau KAI masih sepakat dengan kerjasama, maka kita akan lakukan skema yang sama halya dengan lelang sendiri. Kami sudah mengontak perguran tinggi dan ahli untuk duduk bersama lagi,” ujar Wali Kota Tri Rismaharini.

Pemkot Surabaya akan menyiapkan anggaran belasan miliar untuk sewa lahan yang akan dilalui trem, Jika pembahasan dengan PT KAI mengalami jalan buntu atau tidak mau lagi bekerjasama proyek trem.

Namun walikota surabaya tersebut  berharap PT KAI tetap mau bekerjasama dengan harapan operasional trem dilakukan oleh perusahaan BUMN ini. “Kerjasama tidak hanya pengadaan lahan tapi juga operasional, kami harap KAI di situ. Harapan kami operasionalnya kita berikan ke KAI karena tidak familier, tidak kompeten daripada dipaksakan kita tidak mengerti,” harap Risma.

Baca Juga :  Pelajar Pemilik Tabungan Rp. 42 Juta Yang Tak Diakui Pihak Sekolah, Meninggal Dunia

Tak hanya itu Risma juga mentarget Frontage Road selesai 2019 sehingga dilanjutkan pembangunan Jembatan Joyoboyo sebagai penunjang angkutan dari Bundaran Waru menuju ke dalam kota. “Feedernya dari Cito, Dishub kantornya (Kantor UPT Joyoboyo) tak pindah dan tak jadikan terminal bus untuk buat dua jalur dari Cito untuk busway berhenti di Joyoboyo lalu ke kota naik trem. Nanti di kantor Dishub tak jadikan Park and Ride, tapi ini masih ide dan akan konsultasi dengan ahli,” pungkas Risma. @muchsin

print
(Visited 13 times, 1 visits today)

Shortlink: