Berkat CCTV, Maling Puluhan HP Tertangkap

Blitar, BeritaTKP.Com – Kasus pencurian puluhan HP di sebuah konter HP kini mulai terungkap setelah polisi berhasil menangkap seorang pelaku pencurian tersebut, bahkan Polisi tak segan segan kaki pelaku karena berusaha kabur.

Tak sulit menangkap pelaku lantaran aksi yang dilakukanya tersebut terekam CCTV, dalam rekaman tersebut pelaku ampak mengenakan baju berwarna terang, celana berwarna gelap selutut dan mukanya ditutup topi yang terbuka bagian mata, aksi tersebut ia lakukan pada tanggal 29 September 2017 itu , tampak pelaku mulai beraksi pada pukul 01.45 WIB di Konter Purnama di Jalan Bromo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Pelaku masuk toko sasarannya dengan memanjat naik genteng lalu merusak plafon. Dia menggunakan seutas tali tambang biru untuk turun, Sambil membawa tas ransel berukuran besar, terlihat pelaku leluasa masuk ke toko penjual HP itu. Pertama dia buka laci yang diduga bagian kasir, lalu masuk ruang lain sebentar. Kemudian dia berusaha membuka laci sebuah meja diduga bagian kasir. Aksi pelaku terekam di CCTV sampai sekitar pukul 03.18 WIB.

Baca Juga :  Sia Sia Beli Sabu, Pemuda Gundih Lapangan Di Jaring Polisi

Kejadian ini baru diketahui pemilik toko, Daud Prasetya (32) warga Kesamben Kabupaten Blitar pagi harinya. Berbekal rekaman CCTV, Daud melaporkannya ke Polsek Wlingi. Tidak sampai 24 jam, polisi berhasil mengungkap dan menangkap pelakunya.

Pelaku, ditangkap di rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB. Namun karena berusaha melawan, polisi terpaksa bertindak tegas dengan menembak kakinya.

Menurut hasil pemeriksaan Suprianto, pembobol konter HP yang terekam CCTV, ternyata sudah menyasar di lima lokasi. Pria 39 tahun ini melakukan aksinya dengan menyamar sebagai pengemis. Suprianto melakukan survei terlebih dulu lokasi yang menjadi target pencuriannya. Modusnya, pura-pura jadi pengemis. Residivis ini telah melakukan aksinya di dua toko HP di wilayah Wlingi, satu minimarket di Wlingi, dan dua toko bangunan di Wlingi dan Lodoyo Timur.

Dan kini Suprianto yang residivis kasus penjambretan di Surabaya ini melanggar pasal 363 KHUP. Dia terancam kembali dipenjara maksimal tujuh tahun lamanya. @frins

print
(Visited 27 times, 1 visits today)

Shortlink: